PT RIFN FINANCINDO BERJANGKA | Rupiah Bakal Kembali Perkasa di Akhir 2018

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Nilai tukar tupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan menguat di akhir tahun. Angka ekspor nasional yang terus membaik akan menjaga rupiah dari pelemahan ke level yang lebih dalam. Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro menjelaskan, saat ini pasar keuangan tengah bergejolak dikarenakan kebijakan Bank Sentral Amerika SerikatĀ  atau the Federal Reserve (the Fed) yang terus melakukan normalisasi kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga. Imbas dari aksi tersebut, rupiah mengalami tekanan

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Indeks BEI merosot 31,49 poin

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Sentimen negatif eksternal memicu indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) merosot 31,49 poin 31,49 poin atau 0,53 persen menjadi posisi 5.925,33 poin pada pembukaan bursa Senin pagi, sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 6,90 poin (0,72 persen) menjadi 955,10. Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan dampak dari memanasnya kondisi geopolitik di Timur Tengah menjadi tantangan bagi pasar saham global, dan ikut mempengaruhi pergerakan

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Pemerintah dan BI Terus Jaga Gerak Inflasi

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp14.000 per USD. Salah satu yang terus dipantau yakni dampak pelemahan mata uang Garuda terhadap tingkat inflasi, terutama yang berasal dari barang-barang impor. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, sepanjang kuartal pertama barang impor yang masuk ke Tanah Air nilainya melebihi ekspor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat impor tumbuh 12,75 persen dibandingkan

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Inilah sisi positif pelemahan rupiah

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pelemahan nilai tukar rupiah, dinilai analis tak selamanya berdampak buruk bagi perekonomian. Dengan nilai tukar rupiah yang saat ini terseret ke level psikologis Rp 14.000, kinerja ekspor justru bisa terkerek. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian menjelaskan, dengan pelemahan rupiah yang saat ini sudah menginjak level Rp 14.000, maka kinerja ekspor Tanah Air cenderung akan meningkat. Utamanya, bagi kinerja ekspor di sektor yang berhubungan dengan komoditas. Fakhrul pun merekonomendasikan kepada pemerintah untuk memberikan insentif kepada

« Older Entries Recent Entries »