Harga Minyak Dunia Tergelincir

RIFANFINANCINDO – Harga minyak dunia tergelincir pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (5/1), waktu Amerika Serikat. Penurunan harga disebabkan oleh lonjakan produksi minyak AS seiring dengan pelemahan permintaan produk hasil penyulingan. “Penurunan permintaan terjadi saat liburan. Ditambah dengan kembalinya produksi minyak AS, membantu untuk menahan penguatan harga baru-baru ini,” tutur John Kilduff dari Again Capital, seperti dilansir Reuters, Senin (8/1). Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediaries (WTI) turun US$0,57 menjadi US$61,44 per barel. Satu hari sebelumnya, harga WTI

Demo Iran Dongkrak Harga Minyak

RIFAN FINANCINDO – Harga minyak dunia mencapai level tertingginya sejak Mei 2015 pada perdagangan Kamis (4/1), waktu Amerika Serikat (AS). Hal itu dipicu oleh kekhawatiran terhadap risiko pada pasokan yang disebabkan oleh aksi protes di Iran dan turunnya persediaan minyak mentah AS seiring meningkatnya aktivitas kilang. Dilansir dari Reuters, Jumat (5/1), harga minyak mentah berjangka acuan dunia, Brent, naik US$0,23 menjadi US$68,07 per barel, setelah menyentuh level US$68,27 per barel di awal sesi perdagangan. Kenaikan juga terjadi pada harga minyak

Liburan, Jumlah Penumpang Pesawat Naik 6 Persen

RIFANFINANCINDO – Jumlah penumpang pesawat pada Masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2018 hingga 2 Januari mengalami peningkatan 6 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2017. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan, jumlah penumpang pesawat total dari 18 Desember 2017 (H-7) sampai dengan 2 Januari 2018 (H+1) tercatat 5,3 juta orang atau meningkat 6 persen dibandingkan periode sama 2016/2017 yang tercatat 5 juta orang. “Untuk penumpang domestik pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru kali ini dari

Investasi Saham Masih Menarik pada 2018

RIFAN FINANCINDO – Pasar saham Indonesia mencatatkan kinerja gemilang sepanjang 2017. Tercatat pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 19,99 persen. IHSG pun mencetak rekor tertinggi di 6.355. Sejumlah sektor saham membukukan keuntungan besar, antara lain sektor saham keuangan, industri dasar, dan konsumsi. Lalu bagaimana prospek saham di Indonesia pada 2018? Apa saja sektor saham yang masih menarik untuk dicermati investor? Head of Intermediary PT Schroder Investment Management Indonesia, Teddy Oetomo menuturkan, investasi di saham masih menarik pada 2018. Adanya

« Older Entries Recent Entries »