Bursa Asia Mulai Bergairah

RIFAN FINANCINDO – Bursa saham di Asia Pasifik di perdagangan pagi Selasa (31/3/2020) menguat setelah sebuah laporan yang menunjukkan bahwa PMI Manufaktur China untuk Maret berada di 52,0. Ini menunjukkan ekspansi dan mencoba melawan proyeksi kontraksi ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Padahal analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan angka PMI Manufaktur China akan berada pada 45. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, begitu pula sebaliknya di bawah 50 menunjukkan kontraksi. Saham Australia memimpin kenaikan di antara pasar utama di

Bank Singapura Longgarkan Kebijakan

RIFAN FINANCINDO – besar-besaran pada Senin (30/3). Negara-kota ini bersiap menghadapi resesi akibat pandemi virus corona. Monetary Authority of Singapore (MAS) akan mengadopsi kebijakan tingkat apresiasi 0% per tahun mulai dari tingkat S$NEER yang berlaku yang saat ini. MAS mengelola kebijakan moneter lewat nilai tukar dan bukan suku bunga. Otoritas moneter ini mengatakan tidak akan ada perubahan rentang pergerakan nilai tukar. Ekonom mengatakan bahwa perubahan ini menandai pelonggaran paling agresif dalam beberapa tahun. Bank sentral pun menurunkan outlook inflasi dan

Bank Eropa Umumkan Dana Darurat

RIFAN FINANCINDO – Bursa saham Eropa ditutup berbalik menguat pada perdagangan Kamis (26/3/2020) setelah Bank Sentral Eropa mengumumkan program dana darurat yang akan menghilangkan batas pembelian obligasi. Dengan hilangnya batas pembelian obligasi, bank sentral memiliki amunisi yang hampir tak terbatas untuk melawan dampak virus corona (COVID-19) terhadap perekonomian zona euro. Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 2,55 persen atau 8 poin ke level 321,38. Sementara itu, indeks FTSE MIB Italia dan IBEX 35 Spanyol menguat masing-masing 0,7 persen dan 1,3

Medco Energi Merevisi Target 2020

RIFAN FINANCINDO – Belum habis kuartal pertama tahun ini, emiten minyak dan gas PT Medco Energi Internasional Tbk. memangkas target dan panduan yang telah ditetapkan untuk 2020 seiring dengan anjloknya harga minyak mentah dunia. Mengutip laporan investor update terbarunya, emiten berkode saham MEDC itu memangkas belanja modal tahun ini yang semula sebesar US$340 juta menjadi hanya sebesar US$240 juta. Adapun, dari belanja modal yang baru itu sebesar US$180 juta dialokasikan untuk segmen minyak dan gas, sedangkan US$60 juta untuk segmen

« Older Entries Recent Entries »