Optimisme Damai Dagang, Bursa Saham Asia Naik

nikkeiRIFAN FINANCINDO – Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia mengawali perdagangan hari ini di zona hijau: indeks Nikkei naik 0,33%, indeks Shanghai naik 0,21%, indeks Hang Seng naik 0,46%, dan indeks Straits Times naik 0,02%.

Membuncahnya optimisme bahwa AS-China akan segera meneken kesepakatan dagang membuat aksi beli dilakukan di bursa saham Benua Kuning. Sebagai informasi, pada akhir pekan ini Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela gelaran KTT G20 di Jepang.

Kemarin (26/6/2019), Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyebut bahwa kesepakatan dagang AS-China sempat rampung hingga 90% sebelum akhirnya gagal diteken. Kini, Mnuchin menyebut bahwa ada peluang untuk menyelesaikan kesepakatan yang tertunda tersebut.

Sementara itu, AS juga dikabarkan bersedia untuk menunda kenaikan bea masuk bagi produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang saat ini belum terdampak oleh perang dagang. Langkah ini diambil oleh AS sebagai etikat baik menyambut dimulainya lagi negosiasi antar kedua negara.

Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, keputusan untuk menunda kenaikan bea masuk kemungkinan akan diumumkan pasca pertemuan antara Trump dengan Xi, dilansir dari Bloomberg.

Sekedar mengingatkan, kali terakhir Trump bertemu dengan Xi adalah juga di sela-sela KTT G-20, yakni pada bulan Desember lalu di Argentina. Hasilnya, kedua negara menyepakati gencatan senjata selama 3 bulan di mana keduanya tak akan mengerek bea masuk untuk importasi produk dari masing-masing negara. Gencatan senjata ini kemudian diperpanjang oleh Trump seiring dengan perkembangan negosiasi dagang yang positif.

Besar kemungkinan, hal serupa akan kita temukan juga kala Trump bersua dengan Xi pada hari Sabtu (29/6/2019).

Lebih lanjut, rilis data ekonomi yang menggembirakan ikut memantik aksi beli di bursa regional. Pada hari ini, laba perusahaan-perusahaan industri China periode Januari-Mei 2019 diumumkan melemah 2,3% secara tahunan. Walaupun melemah, namun besarannya tak sebesar periode Januari-April 2019 yang mencapai 3,4%, dilansir dari Trading Economics.

Beralih ke Jepang, penjualan barang-barang ritel periode Mei 2019 diumumkan tumbuh sebesar 1,2% secara tahunan, jauh meningkat dibandingkan pertumbuhan pada April 2019 yang sebesar 0,4% saja, dilansir dari Trading Economics.

 

Sumber : cnbcindonesia.com