Nikkei Naik, Yen Lemah Jelang Brexit

RIFAN FINANCINDO – Indeks Nikkei berada di wilayah positif pada hari Selasa dalam perdagangan yang berombak, seiring melemahnya yen membantu mendorong sentimen, namun perdagangan cenderung ringan seiring investor berhati-hati di tengah harapan Inggris akan bertahan di Uni Eropa dalam referendum minggu ini.

Nikkei bertambah 1,3 persen untuk ditutup di level 16,169.11 setelah melintas di wilayah positif dan negatif.

Indeks Topix naik 1,2 persen untuk mengakhiri hari di level 1,293.90, dengan hanya 1,72 miliar saham yang berpindah tangan. Itu merupakan tingkat terendah dalam satu setengah minggu. Omset mencapai titik terendah dua minggu sebanyak 1,78 triliun yen.

JPX-Indeks Nikkei 400 menguat 1,3 persen ke level 11,670.30.

Pihak Jepang akan terus memantau secara dekat bagaimana reaksi pasar keuangan terhadap potensi keluarnya Inggris dari Uni Eropa, menurut juru bicara pemerintah pada hari Rabu.

Wakil kepala sekretariat kabinet Hiroshige Seko merespon pertanyaan mengenai apakah Jepang bersedia untuk bekerjasama dengan Inggris dan Uni Eropa untuk menstabilkan pasar keuangan.

Seko menolak untuk berkomentar mengenai yen saat ditanyakan apakah pihak Jepang akan menjual mata uangnya sendiri jika hasil voting Brexit memicu volatilitas pasar, namun pemerintah negara-negara besar dapat kesulitan untuk menenangkan pasar jika kubu Brexit meraih kemenangan pekan depan.

Menurut Seko, dirinya menyadari bahwa indeks Nikkei telah melemah dan yield obligasi Jepang telah menyenuh rekor rendah, namun dirinya tidak ingin berkomentar mengenai level spesifik.

Dirinya mengatakan pemerintah akan terus memantau situasi pasar keuangan.