Nikkei melonjak ke level 1 1/2 minggu tertinggi

RIFANFINANCINDO – Saham Jepang melonjak ke level satu setengah minggu tertinggi 1-1 pada hari Senin seiring melemahnya yen setelah ketua Federal Reserve AS Janet Yellen mengisyaratkan kenaikan suku bunga tetap mungkin untuk dilakukan tahun ini sehingga mengangkat saham asuransi dan eksportir.

Indeks Nikkei Average melonjak 2,3 persen ke level 16,737.49 untuk ditutup meraih level penutupan tertinggi sejak 17 Agustus.

Indeks Topix naik 2,0 persen ke level 1,313.24 dan JPX-Indeks Nikkei 400 bertambah 2,1 persen ke level 11,810.49. (reuters)

 

Saham Eropa Sedikit Berubah seiring Investor Cermati Kebijakan AS

 

Saham Eropa sedikit berubah seiring investor menimbang komentar optimis dari pejabat Fed tentang ekonomi AS terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga sesegera mungkin bulan depan.

Stoxx Europe 600 Index melemah 0,1 persen ke level 343,4 pada pukul 8:15 pagi waktu London. Saham pertambangan berada di antara saham dengan penurunan terbesar, dengan ArcelorMittal memimpin penurunan seiring jatuhnya harga komoditas. Penurunan harga minyak menyeret produsen energi untuk berada di level yang lebih rendah. Volume saham yang berpindah tangan hari ini yakni 56 persen lebih rendah dari rata-rata 30-hari. Pasar Inggris ditutup hari ini seiring hari libur public di negara itu.

Saham naik pada hari Jumat setelah komentar Ketua Federal Reserve Janet Yellen memacu optimisme tentang pemulihan ekonomi AS, sementara dia menegaskan bahwa bank sentral akan mengambil pendekatan bertahap untuk menaikkan biaya pinjaman. Berbicara kemudian, Wakil Ketua Stanley Fischer menunjukkan bahwa pengetatan merupakan hal yang mungkin dilakukan pada review berikutnya sehingga mengirim AS ekuitas yang lebih rendah. Probabilitas kenaikan suku bunga September melonjak menjadi 42 persen, dengan kemungkinan untuk pergerakan Desember menjadi 65 persen sekarang.

Ekuitas Eropa telah berayun di antara keuntungan dan kerugian mingguan pada semua bulan, dengan perdagangan Stoxx 600 berada dalam kisaran yang ketat dan berjuang untuk menemukan arah setelah rebound sebanyak 12 persen pasca keputusan Brexit.

Di antara saham bergerak pada berita perusahaan, Alstom SA naik 2,3 persen setelah memenangkan kontrak untuk merancang dan membangun kereta api berkecepatan tinggi baru untuk Amtrak. (Bloomberg)

Minyak Lanjutkan Penurunan di tengah Keraguan akan Stabilisasi Pasar

 

Minyak turun di tengah timbulnya keraguan produsen akan menyetujui kesepakatan untuk menstabilkan pasar di saat para pemasok bertemu bulan depan untuk melakukan pembicaraan informal.

Futures mengalami penurunan sebanyak 1,6 persen di New York setelah naik pada dua sesi sebelumnya. Pasar minyak harus mencapai stabilitas segera mungkin, Uni Menteri Uni Emirat Minyak Suhail Al Mazrouei mengatakan dalam sebuah posting Twitter. Rencana Iran untuk melanjutkan peningkatan produksi minyak mentah sampai mendapatkan kembali pangsa pasarnya pra-sanksi OPEC meredupkan prospek tindakan kolektif, menurut Patrick Allman-Ward, CEO dari Dana Gas PJSC.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober turun 75 sen ke level $ 46,89 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 46,98 pada pukul 13:35 siang waktu Hong Kong. Kontrak naik 31 sen ke level $ 47,64 pada hari Jumat, memangkas penurunan mingguannya. Total volume perdagangan yakni sekitar 30 persen di bawah rata-rata 100-hari. Harga turun 1,8 persen pekan lalu. (Bloomberg)