Nikkei Di Tutup Naik Sementara Yen Menguat

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Rata-rata saham Nikkei Jepang naik tipis di perdagangan yang berombak pada hari Selasa, namun indeks Topix berakhir mendatar karena yen yang kuat dan kekhawatiran tentang kemungkinan langkah kebijakan oleh bank sentral pekan depan melemahkan risk appetite.

Nikkei berakhir 0,3 persen lebih tinggi di level 16,729.04 poin setelah tinggal dalam kisaran sempit sepanjang hari.

Indeks Topix flat di 1,322.99, dengan hanya 1,424 miliar saham yang berpindah tangan, level terendah sejak 25 Agustus. Indeks JPX-Nikkei 400 juga datar di level 11,870.74. ( Reuters )

Saham China berakhir datar meski data ekonomi yang positif

 

Saham China sedikit berubah pada hari Selasa, dengan investor mengabaikan data ekonomi yang positif yang menunjukkan beberapa keberhasilan dalam upaya Beijing untuk merangsang ekonomi di nergara dengan perekonimian terbesar kedua di dunia itu.

CSI300 Index blue-chip turun 0,1 persen untuk mengakhiri hari di level 3,260.33, sementara indeks Shanghai Composite bertambah 0,1 persen dan ditutup di level 3,023.51 poin.

Saham blue-chip Cina telah mengalami penurunan terbesar dalam dalam tiga bulan pada hari Senin, sejalan dengan penurunan tajam di pasar global seiring kekhawatiran tentang kemungkinan kenaikan suku bunga AS minggu depan dalam pertemuan FOMC bulan ini.

Output industri China tumbuh di laju tercepat dalam lima bulan pada bulan Agustus, sementara penjualan ritel juga mengalahkan ekspektasi tetapi investor dan analis memiliki beberapa keraguan mengenai apakah momentum perbaikan akan berkelanjutan.

Sebagian besar sektor jatuh, dengan saham infrastruktur memimpin penurunan. (reuters)

 

Bursa Eropa Dibuka Menguat Dari Penurunan 3-Hari Beruntun

 

Bursa saham Eropa menguat karena investor mengkaji aksi jual yang mengirim ekuitas ke level terendah dalam hampir tiga minggu.

Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,4 persen pada pukul 08:14 pagi di London, setelah 518 anggotanya menguat. Indeks acuan jatuh dalam tiga sesi terakhir karena investor cemas bahwa bank sentral mungkin kurang bersedia untuk menggunakan kebijakan moneter dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut mengambil valuasi anggotanya di dekat level terendah dalam lebih dari sebulan, di sekitar basis laba.

Sebelum kerugian tersebut, saham-saham Eropa menguat sebanyak sebanyak 14 persen dari level terendahnya pasca-Brexit. Komentar beragam dari para pejabat Federal Reserve dalam beberapa hari terakhir telah meninggalkan investor berspekulasi apakah suku bunga akan dinaikkan pada pertemuan mereka 21 September mendatang, setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengecilkan perlunya stimulus lebih lanjut di wilayah tersebut. Pedagang memprediksi probabilitas 22 persen dari kenaikan suku bunga AS minggu depan.

(Bloomberg)

PT RIFAN FINANCINDO