NASA Bersiap Pensiunkan Rover Di Mars

indexRIFAN FINANCINDO – Lembaga Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA) akan mencoba mengontak untuk terakhir kalinya rover Opportunity. NASA mengatakan pihaknya telah memberikan serangkaian perintah untuk memancing reaksi rover yang berada di Mars tersebut.

Jika hingga Rabu (14/2) Opportunity belum memberikan respons, NASA memastikan akan mengambil sikap tegas. Opportunity akan dinyatakan mati permanen jika masih tidak merespons.

Dilaporkan Associated Press, keputusan tersebut diambil setelah NASA mengerahkan berbagai cara untuk menghidupkan kembali Opportunity lewat lebih dari 1.000 perintah.

Project manager John Callas mengatakan tidak mudah untuk mengambil keputusan jika Opportunity akhirnya dinyatakan mati.

Senada, wakil ilmuwan proyek Abigail Fraeman yang berada di dalam pusat kendali NASA mengatakan kematian Opportunity memberikan refleksi terkait misi yang selama ini telah dijalankannya.

“[Opportunity] memberikan gambaran berapa lama misi ini berlangsung. Ini benar-benar membuktikan betapa baiknya misi yang diemban, dirancang, dan seberapa hati-hati tim dalam mengoperasikannya selama ini,” ucap Fraeman yang mengenang ia masih berusia 16 tahun ketika Opportunity pertama kali mendarat di Mars.

Kendati harus menyerah, ketua ilmuwan Opportunity dan Spiriy dari Cornell University Steve Squyres mengatakan badai debu hebat yang menghantam Opportunity merupakan cara terhormat bagi rover ini ‘meregang nyawa’.

“Anda bisa kehilangan banyak uang selama bertahun-tahun bertaruh untuk mengoperaikan Opportunity,” kata Squyres.

Opportunity pertama kali diluncurkan dalam sebuah misi di tahun 2003 dan mendarat pada Januari 2004. Robot dengan enam kaki tersebut tercatat telah menempuh perjalanan terpanjang di Mars dengan ‘kembarannya’ Spirit yang sudah lebih dulu dianggap mati pada 2011 silam.

Squyres menjabarkan sejumlah pencapaian Opportunity selama menjalankan misinya antara lain memetakan kondisi geologi Mars hingga mengukur permukaan ketinggian air.

Rover yang mendiami Mars ini sempat mengirimkan sinyal pada 10 Juni 2018. Ruang kendali di Bumi melakukan berbagai cara untuk membangunkan kembali rover selama berbulan-bulan.

Akhir Januari lalu, NASA juga mengumumkan upaya terakhir dengan mengirimkan sinyal yang menginstruksikan rover untuk mengirim balasan dengan bunyi ‘beep’.

 

Sumber : www.cnnindonesia.com