Mungkinkah Dulu Planet Mars Punya Cincin?

5dea1d2924c91RIFAN FINANCINDO – Planet Mars memiliki dua satelit alam atau bulan, yakni Phobos dan Deimos. Baru-baru ini, dalam sebuah penelitian, diketahui kedua satelit Mars tersebut memiliki orbit misterius.

Penelitian ini kemudian menguak keberadaan cincin yang mengelilingi Mars, seperti yang dimiliki pada planet Saturnus.

Khususnya, Deimos, yang seperti dilansir dari Futurism, Senin (8/6/2020), mengorbit pada planet ini begitu dekat, sehingga dalam waktu satu hari Bumi, Deimos dapat mengelilingi Mars hingga tiga kali.

Hal ini membuat para astronom bingung pada Deimos saat mengorbit planet merah tersebut.

Orbitnya berada pada sudut dua derajat, sesuatu yang sangat mengusik bagi para peneliti hingga saat ini.

“Faktanya orbit Deimos tidak mengelilingi ekuator Mars dianggap tidak penting, dan tidak ada yang coba menjelaskannya,” kata Matija ?uk, ilmuwan riset di SETI Institute.

?uk yang juga penulis utama dalam makalah penelitian yang diterbitkan dalam Pertemuan ke 236 American Astronomical Society ini mengatakan ini gagasan baru dalam melihat kemiringan orbit Deimos dan upaya mengungkap rahasia besarnya.

Penelitian dikembangkan dari 2017, para peneliti menemukan bahwa Deimos kemungkinan akan dipecah menjadi batuan kecil karena perlahan-lahan ditarik ke arah Mars, membentuk cincin di sekitar planet ini.

Munculnya cincin Mars

Melansir Sci News, pada 2017, Dr. David Minton dari Universitas Purdue dan mahasiswanya Andrew Hesselbrock memperhatikan salah satu bulan Mars, Phobos, yang kehilangan ketinggian karena gravitasi kecilnya berinteraksi dengan globe Mars yang menjulang.

Analisis teori tentang cincin pada Mars dalam penelitian yang telah diterbitkan dalam Astrophysical Journal Letters ini mungkin tak seperti yang dimiliki Saturnus.

Peneliti menjelaskan dalam beberapa puluh juta tahun, orbit Phobos akan turun terlalu rendah, dan gravitasi Mars akan memisahkannya untuk membuat cincin di sekitar planet ini.

Tim mengusulkan selama miliaran tahun, generasi-generasi bulan Mars dihancurkan menjadi cincin.

Setiap kali, cincin itu kemudian akan memunculkan bulan baru yang lebih kecil untuk mengulangi siklus itu lagi.

Teori perputaran bulan Mars ini memiliki satu elemen penting yang memungkinkan terjadinya kemiringan pada Deimos.

Deimos sendiri adalah bulan yang baru lahir yang kemudian menjauh dari cincin dan Mars. Di mana, berada di arah yang berlawanan dari spiral di dalam Phobos karena interaksi gravitasi dengan Mars.

Bulan yang bermigrasi keluar tepat di luar cincin dapat menemukan apa yang disebut resonansi orbital, di mana pada periode orbital Deimos adalah tiga kali lipat dari bulan lainnya.

Resonansi orbital ini pemilih, tetapi dapat diprediksi tentang arah persilangannya.

Hanya bulan yang bergerak ke luar yang bisa sangat memengaruhi Deimos, yang berarti Mars pasti memiliki cincin yang mendorong bulan bagian dalam ke luar.

“Bulan ini mungkin 20 kali lebih besar dari Phobos, dan mungkin moyang mereka ada lebih dari 3 miliar tahun yang lalu, yang diikuti oleh dua siklus cincin bulan lagi, dengan bulan terakhir adalah Phobos,” jelas ?uk dan timnya.

 

Sumber : kompas