Minyak Turun untuk Hari Kedua Diikuti Saham China

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak turun untuk hari kedua pada spekulasi bahwa OPEC akan gagal untuk menstabilkan harga di tengah kelebihan pasokan global dan kekhawatiran bahwa pertumbuhan permintaan China akan menurun.

Kontrak berjangka melemah sebesar 2 % di New York diiringi kemerosotan pada Indeks Shanghai Composite. Rusia tidak bisa menjadi anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan dapat menjadi “pengamat,” menurut OAO Rosneft Chief Executive Officer Igor Sechin di sebuah konferensi di Singapura. Harga minyak di bawah level $ 50 per barel tidak mendukung investasi, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan kepada penyiar milik negara Telesur, yang mengusulkan bahwa akan mengadakan pertemuan puncak untuk mengatasi keterpurukan.

Minyak telah berfluktuasi dalam 3 minggu terakhir seiring kekhawatiran atas melambatnya permintaan di China memicu volatilitas di pasar global. Harga minyak turun lebih dari 25 % dari rekor penutupan tahun ini pada bulan Juni terkait tanda-tanda surplus akan bertahan. Anggota OPEC mempertahankan output dan stok minyak mentah AS tetap berada hampir 100 juta barel di atas 5 tahun rata-rata musiman.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Oktober turun sebanyak 90 sen ke level $ 45,15 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 45,43 pada pukul 01:06 siang waktu London. Kontrak turun 70 sen ke level $ 46,05 pada Jumat lalu. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 13 % di bawah rata-rata 100-hari. Harga minyak telah menurun 15 % selama tahun ini. (knc)

Sumber : Bloomberg