Minyak Turun Karena Spekulasi Pembekuan Produksi Saudi dan Rusia

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga minyak turun karena spekulasi bahwa janji Arab Saudi dan Rusia untuk membekukan produksi di level bulan Januari tidak akan berhasil dalam menanggulangi berlimpahnya minyak global.

Minyak mentah turun 1,4 persen di New York. Perjanjian tersebut tergantung pada produsen lain yang mengikuti, Menteri Energi Qatar Mohammed bin Saleh al-Sada mengatakan di Doha, Selasa. Pakta tersebut tidak akan bermakna kecuali Iran dan Irak, yang telah menaikkan produksinya, bekerja sama, kata Commerzbank AG. Ali al-Naimi dari Arab Saudi mengatakan pembekuan dapat diikuti oleh langkah-langkah lain untuk meningkatkan pasar.

Venezuela telah melobi eksportir termasuk Rusia, Iran dan Arab Saudi untuk mengatur pertemuan antara anggota OPEC dan pemasok lainnya dalam upaya mencapai kesepakatan untuk menyeimbangkan pasar. Minyak mentah Brent masih turun sekitar 14 persen tahun ini di tengah prospek peningkatan ekspor Iran. BP Plc memprediksi pasar akan tetap “sukar dan bergejolak” di babak pertama karena bersaing dengan surplus 1 juta barel per hari.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret turun 40 sen dan ditutup pada level $ 29,04 per barel di New York Mercantile Exchange. Tidak ada settlement hari Senin karena AS libur Hari Presiden. Total volume yang diperdagangkan adalah 80 persen di atas 100-hari rata-rata pada pukul 02:48 siang.

Brent untuk pengiriman April merosot $ 1,21, atau 3,6 persen, ke $ 32,18 per barel di bursa ICE Futures Europe. Minyak acuan Eropa ditutup pada $ 1,21 lebih besar dari WTI bulan April.(frk)

Sumber: Bloomberg