Minyak Tertahan dekat Level $47 Pasca The Fed Pertahankan Suku Bunga

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak tertahan di dekat level $47 per barel pasca Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada level terendah.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York pasca turun sebesar 0,5 persen pada hari Kamis. Federal Reserve memutuskan untuk menunda menaikkan suku bunga seiring Ketua Janet Yellen menunjukkan bahwa risiko global membayangi tanda-tanda kekuatan ekonomi AS. Harga minyak bersiap catat penguatan mingguan terkait spekulasi cadangan minyak mentah di Amerika turun.

Minyak turun lebih dari 20 persen dari level penutupan tertingginya pada bulan Juni tahun ini di tengah melimpahnya pasokan global, Goldman Sachs Group Inc memprediksi harga minyak mungkin tetap berada pada level terendah untuk 15 tahun ke depan. Persediaan minyak mentah AS turun pekan lalu seiring penurunan output untuk minggu keenam, menurut data pemerintah.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober berada di level $46,74 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 16 sen, pukul 11:59 pagi waktu Sydney. Kontrak WTI merosot 25 sen ke level $46,90 pada hari Kamis. Volume perdagangan semua berjangka yang sekitar 63 persen di bawah SMA 100-hari. Harga minyak WTI naik sebesar 4,7 persen pekan ini.

Minyak Brent untuk pengiriman November naik sebesar 3 sen menjadi $49,11 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Harga Brent naik sebesar 2 persen pekan ini. Minyak mentah acuan Eropa ditransaksikan lebih tinggi $2,10 dibandingkan WTI untuk November. (izr)

Sumber: Bloomberg