Minyak Terpukul Mundur Imbas Bom Inggris

minyak turunPT RIFAN FINANCINDO – Harga minyak mentah merosot di sesi Asia karena aksi profit taking pada hari Selasa dan perdagangan hati-hati setelah sebuah ledakan mematikan di sebuah tempat konser di Manchester yang disebut sebagai serangan teror dengan laporan yang menunjukkan bahwa pemerintah Inggris sedang mempertimbangkan untuk menjadwal ulang pemilu parlemen pada 8 Juni mendatang.

Di Bursa Perdagangan New York NYMEX, minyak mentah berjangka untuk pengiriman Juni turun 0,33% menjadi $50,96 per barel, sementara di Bursa Intercontinental London, Brent jatuh 0,35% ke $53,68 per barel.

Analis Goldman Sachs (NYSE:GS) menulis dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Senin bahwa pasar minyak mentah harus bersiap tentang efek sesaat dari sebuah rencana pemotongan produksi yang diperluas hingga bulan Maret tahun depan karena produsen kunci Rusia dan Irak dapat dengan mudah memperbesar produksinya kembali setelah kesepakatan tersebut usai.

“Perpanjangan sembilan bulan akan menormalkan persediaan OECD pada awal tahun 2018, menurut pandangan kami, namun kami melihat risiko surplus baru di tahun depan jika produksi OPEC dan Rusia naik ke kapasitas yang besar dan shale tumbuh pada tingkat yang tidak terkendali,” Analis Goldman menyebutkan.

Semalam, minyak mentah berjangka naik lebih tinggi dalam ekspektasi yang berkembang bahwa anggota OPEC akan setuju untuk memperpanjang pemotongan produksi, setelah Irak mendukung pandangan Arab Saudi bahwa pemotongan perlu diperpanjang untuk waktu yang lama sampai Maret 2018.

Harga minyak rally ke posisi tertinggi pada hari Senin, karena lonjakan ekspektasi perpanjangan kesepakatan pemotongan pasokan, setelah Menteri Perminyakan Irak Jabar Ali al-Luaibi mengatakan pada hari Senin bahwa ia setuju dengan Arab Saudi mengenai perlunya ekstensi pengurangan produksi minyak mentah OPEC selama sembilan bulan.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengurangi kekhawatiran bahwa anggota OPEC tidak akan mencapai kesepakatan perpanjangan pemotongan produksi pada hari Kamis, setelah ia mengatakan bahwa ia tidak mengharapkan adanya pertentangan dalam OPEC untuk memperpanjang pemotongan produksi minyak sampai Maret 2018.

Harga minyak telah melonjak dalam beberapa sesi terakhir, didukung oleh harapan bahwa OPEC akan setuju untuk memperpanjang pemangkasan produksi saat ini untuk jangka waktu sembilan bulan, yang berada di luar opsi enam bulan yang termasuk dalam kesepakatan pemotongan produksi awal yang disepakati pada bulan November tahun lalu.

Pada November tahun lalu, OPEC dan produsen lainnya, termasuk Rusia sepakat untuk memangkas produksi sekitar 1,8 juta barel per hari (bpd). Kesepakatan untuk mengurangi pasokan dimulai pada bulan Januari tahun ini hingga Juni, dan mencakup opsi untuk memperpanjang pemotongan produksi selama periode enam bulan ke depan.

Meskipun demikian, kepatuhan yang tinggi oleh anggota OPEC dengan kesepakatan untuk mengendalikan pasokan global, anggota non-OPEC, yang bukan bagian dari kesepakatan tersebut telah meningkatkan produksi, telah mengurangi upaya OPEC untuk mengurangi pasokan ke level rata-rata lima tahun.

“Telah ada pengurangan persediaan yang jelas, tapi kami tidak ingin mencapai rata-rata lima tahun,” Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan pekan lalu.

OPEC diperkirakan akan memutuskan pada pembicaraan pada hari Kamis, apakah akan memperpanjang kesepakatan saat ini untuk memangkas produksi.

( id.investing.com )