Minyak Melemah Dibebani Estimasi API & OPEC

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Harga minyak mentah terakhir tercatat anjlok tajam menuju ke sesi perdagangan Asia, Rabu, setelah rilis data persediaan industri AS bervariasi dan pertanyaan rencana produksi OPEC memberatkan.

Minyak mentah AS di Bursa Perdagangan New York terakhir dikutip pada $45,25 per barel, tergerus kuat 3,89%.

Harga minyak dibebani oleh komentar media yang bertentangan mempertanyakan kemampuan OPEC untuk mencapai kesepakatan pemotongan produksi. Anggota OPEC akan bertemu pada hari Rabu di Wina, Austria.

American Petroleum Institute Selasa mengatakan persediaan minyak mentah jatuh 720.000 barel di pekan lalu, 120.000 barel lebih dari yang diharapkan dan diikuti hasil penurunan 1,28 juta barel di minggu sebelumnya.

Semalam, harga minyak tertekan kuat lebih dari 3%, memperpanjang kerugian awal di tengah meningkatnya keraguan bahwa Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak OPEC akan dapat mencapai kesepakatan untuk membatasi produksi.

Acuan global Brent berjangka turun tajam dan terakhir tercatat turun hampir 4% ke level sekitar $47,35 per barel.

OPEC berusaha mengajak 14 negara anggotanya, bersama dengan anggota non-OPEC Rusia, untuk menerapkan pemotongan produksi terkoordinasi yang bertujuan mengurangi banjirnya pasokan global yang telah membuat harga berkurang lebih dari separuhnya sejak tahun 2014.

Minyak berada di bawah tekanan jual baru setelah Menteri Energi Indonesia mengatakan Selasa dia “tidak optimis” bahwa OPEC akan menyetujui kesepakatan dalam membatasi kelebihan pasokan.

Pada bulan September grup produsen minyak tersebut mencapai kesepakatan yang akan mengurangi produksi antara 32,5 juta dan 33 juta barel per hari.

OPEC mengadakan pertemuan penting di Wina, Rabu, di mana kesepakatan itu diharapkan akan menghasilkan resolusi konkret.

Tapi dalam mencapai kesepakatan itu telah terbukti bermasalah, di tengah perselisihan di antara produsen tentang pemangkasan dan seberapa banyak jumlahnya.

Pembicaraan teknis antara anggota OPEC, Senin gagal mencapai kesepakatan dalam memangkas produksinya, dengan Irak dan Iran – produsen kedua dan ketiga terbesar OPEC – menolak tekanan untuk mengurangi produksi.

Sebagian besar analis masih percaya bahwa OPEC akan menandatangani kesepakatan pengurangan produksi, tapi keraguan tetap ada tentang apakah hal itu akan cukup untuk mendukung pasar.

Morgan Stanley (NYSE:MS) mengatakan Selasa masih melihat kesepakatan sebagai suatu kemungkinan tetapi menambahkan bahwa risiko kegagalan telah meningkat.

“Sebuah pengumuman yang kuat dari OPEC untuk memangkas berarti dapat mengangkat minyak ke level $50 atau lebih selama hari-hari berikutnya, terutama jika didukung oleh kata-kata yang kuat dari non-OPEC, sebelum pergeseran fokus ke risiko eksekusi, keberlanjutan dan respon pasokan non-OPEC” analis di Morgan Stanley menulis.

( id.investing.com )