Minyak Gain Terkait Pembekuan Output Arab Saudi

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Minyak tahan gain karena menteri energi Arab Saudi mengatakan pembekuan output akan berdampak positif bagi pasar dan setelah laporan bahwa Iran akan berpartisipasi dalam pembicaraan informal bulan depan.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah naik 1,2% Kamis. Pembekuan produksi akan menandakan bahwa produsen puas dengan situasi pasar saat ini, Menteri Energi Arab Khalid Al-Falih mengatakan, mengesampingkan pemangksan output. Iran akan berpartisipasi dalam diskusi di Algiers, layanan berita pemerintah melaporkan. Pemasok minyak ingin kesepakatan untuk mengelola produksi, OPEC Sekretaris Jenderal Mohammed Barkindo mengatakan kepada surat kabar berbahasa Arab Al-Hayat.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober di $ 47,28 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 5 sen, di 10:3 pagi0 di Hong Kong. Kontrak naik 56 sen menjadi $ 47,33 pada hari Kamis. Total volume perdagangan sekitar 76% di bawah rata-rata 100-hari. Harga turun 2,5% pekan ini.(Bloomberg)

Harga Minyak Dunia Naik Jelang Pidato The Fed

 

Harga minyak naik hampir 1 persen jelang pidato the Fed. Harga minyak naik di tengah ekspektasi bahwa dolar akan melemah setelah pidato Gubernur the Fed, Janet Yellen hari ini.

Jika dolar melemah, maka komoditi yang dijual dengan dolar akan lebih menarik untuk mata uang lain.

Harga Minyak Dunia Naik Jelang Pidato The Fed – Bisnis Liputan6.com

Dilansir dari CNBC, Jumat 926/8/2016), minyak mentah berjangka juga rebound dari penjualan pada sesi sebelumnya, di tengah dukungan dari para pemain yang membeli saat harga jatuh. Juga di tengah spekulasi bahwa pertemuan OPEC bulan depan akan menghasilkan kesimpulan untuk membatasi produksi.

Minyak acuan berjangka Brent naik 66 sen ke level US$ 47,91 per barel setelah turun 1,8 persen pada Rabu.

Sementara harga minyak AS, West Texas Intermediate naik 56 sen atau 1,2 persen ke level US$ 47,33. Minyak ini kehilangan hampir 3 persen pada sesi sebelumnya.

“Ada dua hal yang terjadi, kecemasan akan dolar yang melemah setelah keputusan the Fed dan juga pertemuan OPEC nanti,” ujar broker.

Dolar melemah terhadap sekeranjang mata uang lain karena beberapa investor menjual mata uang dolar sebelum pertemuan tahunan bank sentral global di Jackson Hole, Wyoming, di mana Yellen akan berbicara tentang kebijakan moneter AS pada hari Jumat.

( http://bisnis.liputan6.com )

RIFANFINANCINDO