Minyak Perpanjang Penurunan Terkait Kesepakatan Nuklir Iran

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak memperpanjang penurunan setelah mengalami kemerosotan mingguan terbesar sejak Maret lalu seiring para investor mengkaji prospek Iran yang meningkatkan ekspor minyak mentah sehingga di pasar kelebihan pasokan.

Kontrak berjangka turun 1,8 % di New York setelah membatasi penurunan sebesar 7,4 % sampai 10 Juli. Iran dan kekuatan dunia akan mengumumkan kesepakatan nuklir secepatnya hari Senin setelah kesepakatan politik yang dicapai untuk mencabut larangan senjata PBB. Harga minyak mentah juga turun terkait investor menghindari aset berisiko di tengah kekhawatiran Yunani yang akan keluar dari kawasan euro.

Minyak rebound dari level 6 tahun terendah telah terhenti, membatasi penurunan mingguan kedua pada hari Jumat, diiringi kemerosotan dalam ekuitas China dan gejolak di Yunani dapat memberikan dampak menurunnya permintaan dan melimpahnya stok global akan bertahan. Harga minyak mengalami penurunan besar karena dunia tetap ” kelebihan pasokan secara besar-besaran,” sebelum pasar memperketat pada tahun 2016 ketika pertumbuhan output di luar OPEC berhenti, menurut Badan Energi Internasional.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun 97 sen ke level $ 51,77 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 52,10 per barel pada pukul 10:36 pagi waktu Sydney. Kontrak melemah 4 sen ke level $ 52,74 pada hari Jumat. Harga minyak telah menurun 2,2 % sepanjang tahun ini.

Brent untuk pengiriman Agustus turun 92 sen atau 1,6 %, ke level $ 57,81 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Harga minyak jenis Brent merosot 2,6 % pada pekan lalu. Sedangkan minyak mentah acuan Eropa dengan premi sebesar $ 5,91 dibandingkan minyak mentah WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg