Minyak Perpanjang Kenaikan di atas $ 36 per Barel

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak memperpanjang kenaikan di atas $ 36 per barel seiring pengebor AS memangkas jumlah rig aktif ke level terendah dalam lebih dari enam tahun di tengah surplus stok global.

Futures naik sebanyak 1,6 persen di New York dan minyak di London memperpanjang rekor keuntungan terpanjang sejak November. Rig yang menargetkan minyak turun sebanyak 8 rig menjadi 392, level terkecil sejak Desember 2009, menurut Baker Hughes Inc Itu merupakan minggu ke-11 dari penurunan. Hedge fund membatalkan taruhan bearish di laju tercepat dalam 10 bulan, menurut data AS Commodity Futures Trading Commission, seiring prospek harga jatuh sampai $ 20 per barel menghilang.

Minyak pada Jumat ditutup dengan gain jangka terpanjang mingguan sejak Mei seiring produksi minyak mentah AS jatuh ke level terendah sejak November 2014, bahkan seiring peningkatan stok yang terus berlangsung di rekor tertinggi dalam lebih dari delapan dekade. Pertemuan antara produsen besar untuk membahas hasil pembekuan mungkin diadakan di Rusia, Doha atau Wina selama periode 20 Maret hingga 1 April, Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan pada televisi negara Rossiya 24. Belum ada keputusan akhir tentang kapan hal itu akan dilakukan, Novak mengatakan .

West Texas Intermediate untuk pengiriman April naik sebanyak 57 sen ke level $ 36,49 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 36,40 pada pukul 09:49 pagi waktu Hong Kong. Kontrak naik $ 1,35 ke $ 35,92 pada hari Jumat, yang merupakan penutupan tertinggi sejak 5 Januari. Jumlah volume perdagangan sekitar 15 persen di atas 100-hari rata-rata. Harga membukukan kenaikan mingguan ketiga pada hari Jumat.

Brent untuk pengiriman Mei naik sebanyak 56 sen, atau 1,5 persen, ke level $ 39,28 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak naik 10 persen pekan lalu. Minyak mentah patokan global ini berada di premi 97 sen untuk WTI Mei. (sdm)

Sumber: Bloomberg