Minyak Pangkas Penurunan Seiring Meningkatnya Volatilitas

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak pangkas penurunan di fase bearish seiring perdagangan volatilitas meningkat ke level tertinggi dalam hampir 2 pekan.

Kontrak berjangka naik 0,9 % di New York. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) telah merosot lebih dari 20 % dalam 6 minggu terakhir, memenuhi definisi umum dari pasar bearish. Persediaan minyak mentah AS tetap hampir 100 juta barel di atas rata-rata 5 tahun setelah kenaikan secara tak terduga sejak 17 Juli lalu, menurut data pemerintah pada hari Rabu. Ukuran fluktuasi harga naik ke level tertingginya sejak 10 Juli.

Minyak rebound dari level 6 tahun terendah di bulan Maret telah terhenti di tengah tanda-tanda surplus global akan bertahan. Harga minyak telah berdampak dalam aksi jual yang luas dari bahan baku, yang telah jatuh ke level 13 tahun terendah seiring penguatan dolar dan kekhawatiran tumbuh dari pertumbuhan ekonomi di China.

WTI untuk pengiriman September naik 44 sen ke level $ 48,89 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 48,87 pada pukul 10:15 pagi waktu Sydney. Kontrak kemarin turun 74 sen ke level $ 48,45. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 62 % di bawah rata-rata 100 hari. Harga minyak mentah menuju penurunan mingguan keempat.

Brent untuk pengiriman September naik 27 sen ke level $ 55,54 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Kontrak kemarin turun 86 sen ke level $ 55,27. Minyak mentah acuan Eropa dengan premi sebesar $ 6,65 dibandingkan minyak mentah WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg