Minyak Pangkas Kenaikan Setelah Menyentuh $ 50 Pertama Kalinya di Tahun Ini

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak potong kenaikan sebelumnya setelah menyentuh level $ 50 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari enam bulan terkait persediaan dan produksi minyak mentah AS menurun.

Kontrak sedikit berubah di New York setelah sebelumnya naik ke level $ 50,21, harga tertinggi sejak 9 Oktober lalu. Minyak mentah Brent mencapai level $ 50 untuk pertama kali sejak bulan November sebelum menghapus keuntungan. Stok minyak AS menyusut lebih dari yang diperkirakan pekan lalu, menurut data pemerintah, persediaan juga telah dibatasi di Nigeria, Venezuela dan Kanada.

Brent merosot ke level paling rendah sejak 2003 silam pada kuartal pertama dan sejak melonjak sekitar 80 % terkait tanda-tanda kelebihan pasokan minyak global akan mereda. Produksi AS telah turun ke level terlemah sejak September 2014 saat serangan di Nigeria telah mengurangi hasil ke 20 tahun terendah. Produksi minyak di Venezuela telah tertekan oleh pemadaman listrik dan volume di Kanada telah diatasi oleh kebakaran hutan.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun 8 sen menjadi ditutup pada level $ 49,48 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan adalah 27 % di bawah 100-hari rata-rata. Harga minyak rebound sekitar 90 % dari level terendahnya pada bulan Februari.

Brent untuk pengiriman Juli merosot 15 sen ke level $ 49,59 di ICE Futures Europe yang berbasis di London setelah sebelumnya menyentuh level tertingginya $ 50,51. Minyak mentah acuan global ditutup dengan premi 11 sen dibandingkan WTI