Minyak Naik Usai Data Ekonomi AS Kuat

PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka

RIFAN FINANCINDO – Harga minyak dunia melonjak berkat adanya dukungan kuat oleh data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan optimisme bahwa produsen minyak mentah akan mematuhi kesepakatan untuk membatasi produksi.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (23/12/2016), harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik 46 sen atau 0,9% ke level USD52,95 per barel. Sementara, harga minyak mentah brent untuk pengiriman Februari naik 59 sen menjadi USD55,05 atau naik atau 1,1%.

Volume keseluruhan untuk minyak mentah berjangka bulan depan sekitar 350.000 kontrak, kurang dari dua-pertiga dari total rata-rata harian selama 200 hari terakhir, menurut data Thomson Reuters.

Pesanan baru untuk barang modal ASĀ  naik lebih dari yang diharapkan pada November karena permintaan yang kuat untuk mesin dan logam dasar, menunjukkan beberapa hambatan terkait minyak pada manufaktur yang mulai memudar.

Data di luar AS juga menunjukkan ekonomi tumbuh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya pada kuartal ketiga, di laju tercepat dalam dua tahun.

“Faktanya adalah pasar mungkin sedikit menunggu sebelum kita melihat data produksi pada OPEC dan non-OPEC sesuai dengan pemotongan produksi,” kata Tim Evans, spesialis energi berjangka di Citi Futures.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen minyak non-OPEC mencapai kesepakatan untuk memangkas produksi hampir 1,8 juta barel per hari. Hal ini telah membantu meningkatkan harga dalam beberapa pekan terakhir Januari, meskipun akan ada beberapa waktu sebelum jelas apakah negara akan komitmen terkait persetujuan tersebut.

“Pengumuman yang berasal dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Irak, dan Rusia semua tanda-tanda menggembirakan bahwa mereka akan mematuhi pemotongan produksi dan mudah-mudahan negara lain akan mengikuti,” kata Menteri Minyak Kuwait Essam Abdul Mohsen Al -Marzouq.

Namun, Libya National Oil Corporation (NOC) mengatakan, pihaknya berharap untuk menambah 270.000 barel per hari (bph) untuk produksi nasional setelah dikonfirmasi pada Selasa bahwa jaringan pipa terkemuka dari Sharara and El Feel telah dibuka kembali. NOC mengatakan bahwa Sharara akan memproduksi sebanyak 58.000 barel per hari pada Rabu.

( sindonews.com )