Minyak Naik seiring Goldman Perkirakan Defisit di engah Peningkatan Permintaan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak naik seiring Goldman Sachs Group Inc mengatakan pasar akan beralih ke defisit lebih awal dari yang diharapkan dan kilang China memproses minyak mentah pada tingkat rekor.

Berjangka melonjak sebanyak 1,7 persen di New York dan London. pasar beralih ke defisit bulan ini, satu kuartal lebih awal dari yang diharapkan, terkait permintaan yang kuat dan jatuhnya produksi, Goldman Sachs mengatakan dalam sebuah laporan. Bank menaikkan estimasi harga dan memproyeksikan kembali surplus awal tahun depan. Kilang Cina memproses 10.930.000 barel per hari pada bulan April, sementara produksi minyak mentah domestik turun ke level terendah dalam 14 bulan, menurut data pemerintah.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni naik sebanyak 79 sen ke level US $ 47 per barel di New York Mercantile Exchange, dan diperdagangkan di level $ 46,76 pada pukul 01:28 siang waktu Hong Kong. Kontrak turun 1,1 persen untuk ditutup di level $ 46,21 pada hari Jumat, memangkas kenaikan 7,5 persen selama tiga sesi sebelumnya di tengah berkurangnya pasokan dari negara negara di luar OPEC mulai dari Nigeria sampai Kanada. Total volume perdagangan yakni sekitar 15 persen di atas rata-rata 100-hari. Harga telah naik lebih dari 75 persen dari level rendah Februari.

Brent untuk pengiriman Juli meningkat sebanyak 83 sen ke level $ 48,66 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak turun 25 sen untuk ditutup pada level $ 47,83 pada hari Jumat. Minyak mentah patokan global ini berada pada premi 99 sen untuk WTI bulan Juli. (sdm)

Sumber: Bloomberg