Minyak Naik ke Dekat $ 45

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Minyak naik mendekati US $ 45 per barrel setelah Aljazair mengatakan OPEC mungkin merubah pembicaraan informal pekan depan ke sesi formal dan terkait data industri mingguan yang menunjukkan penurunan pada persediaan minyak mentah AS.

Minyak berjangka November naik sebanyak 2,5 persen di New York. Menteri-menteri OPEC dapat mengubah pertemuan itu menjadi pertemuan luar biasa karena mereka semua akan hadir, Menteri Energi Aljazair Noureddine Bouterfa mengatakan pada radio setempat. Pasokan harus dipangkas sebesar 1 juta barel per hari untuk menyeimbangkan pasar dan menstabilkan harga, katanya. Stok minyak mentah AS turun 7,5 juta barel pekan lalu, American Petroleum Institute mengatakannya pada laporan Selasa kemarin .

West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik sebanyak $ 1,09 ke $ 45,14 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 44,87 pada 08:21 pagi di Hong Kong. Kontrak Oktober berakhir Selasa setelah naik 14 sen menjadi ditutup pada $ 43,44. Total volume yang diperdagangkan adalah 56 persen di atas rata-rata 100-harinya.

Brent untuk pengiriman November naik sebanyak 60 sen, atau 1,3 persen, ke $ 46,48 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Harga turun 7 sen, atau 0,2 persen, ke $ 45,88 per barel pada Selasa. Minyak acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 1,61 untuk WTI.(Bloomberg)

Kerja Sama Eksportir Minyak Dunia Dorong Kenaikan Harga Minyak

Harga minyak merangkak naik dari posisi terendah dalam satu bulan terakhir pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Kenaikan tersebut setelah negara-negara eksportir minyak terbesar di dunia melakukan pembicaraan lebih lanjut untuk mengontrol harga minyak.

Mengutip Wall Street Journal, Rabu (21/9/2016), harga minyak mentah jenis Light Sweet untuk permintaan Oktober ditutup naik 14 sen atau 0,3 persen ke level US$ 43,44 per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak Brent, yang menjadi patokan global, kehilangan 7 sen, atau 0,2 persen ke level US$ 45,88 per barel.

Rusia mendukung kesepakatan yang telah dibuat oleh organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) untuk menyeimbangkan pasar minyak setidaknya selama setahun ini.

Perwakilan Rusia di OPEC Vladimir Voronkov mengatakan bahwa aturan- aturan dalam kesepakatan tersebut tidak memberatkan bagi Rusia. “Kesepakatan setahun ini sesuai dengan keinginan kami,” jelas dia.

Selain itu, Sekretaris Jenderal OPEC Mohammed Barkindo menjelaskan bahwa para pejabat Iran juga telah berjanji untuk kembali melakukan negosiasi dengan OPEC untuk mendukung kesepakatan pengelolaan minyak. OPEC dan Iran akan kembali bertemu di Aljazair pada pekan depan.

“Ini cukup positif. Sebagian besar pelaku pasar mulai yakin dengan usaha ini,” kata Senior Vice President R.J. O?Brien & Associates LLC, Ric Navy.

Pada perdagangan kemarin, harga minyak juga naik dipicu oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) yang membuat komoditas seperti minyak mentah, lebih bias dijangkau bagi pemegang euro dan mata uang lainnya. ( http://bisnis.liputan6.com/ )

PT RIFAN FINANCINDO