Minyak Naik ke Atas $ 48, Terbantu Penurunan Berlanjut Dolar AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak menguat untuk hari kedua ke atas $ 48 per barel seiring menurunnya dolar meningkatkan daya tarik komoditas dalam mata uang AS.

Futures bertambah 1,3 persen di New York setelah naik 3,8 persen Jumat lalu. Bloomberg Dollar Spot Index turun untuk hari keempat setelah ditutup pada level terendah sejak 9 Juni. Presiden Rusia Vladimir Putin sedang mempertimbangkan menjual bagian dari produsen minyak Rosneft OJSC ke China dan India di saat ia berjuang untuk memenuhi belanja.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli, yang berakhir Selasa, naik 61 sen ke level $ 48,59 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 48,46 pada pukul 02:06 siang waktu Hong Kong. Total volume perdagangan yakni sekitar 28 persen di bawah rata-rata 100-hari. Kontrak aktif Agustus naik 63 sen ke level $ 49,19 per barel.

Brent untuk pengiriman Agustus berada 57 sen, atau 1,2 persen lebih tinggi di level $ 49,74 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak bertambah $ 1,98 ke level $ 49,17 pada hari Jumat. Minyak mentah acuan global ini berada dalam premi dari 55 sen untuk WTI Agustus. (sdm)

Sumber: Bloomberg