Minyak Naik Diatas $ 40 di New York untuk Pertama Kalinya Sejak Desember

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak naik di atas level $ 40 per barel di New York untuk pertama kalinya sejak Desember lalu karena bank sentral dari AS ke Norwegia mengisyaratkan mereka akan terus memberikan stimulus ekonomi untuk mendukung permintaan.

Indeks Spot Dollar Bloomberg turun untuk hari kedua setelah Federal Reserve menurunkan harapan untuk laju kenaikan suku bunga. Pelemahan dolar dapat meningkatkan permintaan investor untuk komoditas dalam mata uang. Produksi minyak mentah AS merosot ke level terendah sejak November 2014 dan persediaan minyak diperluas 1,32 juta barel, kenaikan terkecil dalam lima minggu terakhir, menurut laporan Information Administration Energy, Rabu.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) telah melonjak 54 % dari level 12-tahun terendah pada bulan lalu dipicu spekulasi bahwa surplus global akan mereda. Output Amerika jatuh dan beberapa produsen terbesar dunia termasuk Arab Saudi dan Rusia berjanji untuk tidak menaikkan produksi mereka.

WTI untuk pengiriman April naik $ 1,74 atau 4,5 %, untuk menetap di level $ 40,20 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini adalah penutupan tertinggi sejak 3 Desember lalu. Jumlah volume yang diperdagangkan adalah 19 % di atas rata-rata 100-hari pada pukul 02:44 siang waktu setempat.

Brent untuk pengiriman Mei menguat $ 1,21 atau 3 %, ke level $ 41,54 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak mengakhiri sesi di level tertinggi sejak 4 Desember. Minyak mentah acuan global ditutup dengan potongan 12 sen dibandingkan minyak mentah WTi untuk pengiriman Mei. (knc)

Sumber : Bloomberg