Minyak Menurun Dari Delapan Pekan Tertingginya

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak menurun dari penutupan tertingginya dalam delapan pekan terakhir karena data industri AS menunjukkan stok minyak mentah meluas ditengah kelebihan pasokan minyak global.

Minyak berjangka turun sebanyak 1,7% di New York setelah naik untuk sesi kedua pada hari Selasa. Persediaan naik 9,9 juta barel pekan lalu, American Petroleum Institute industri melaporkan. Data pemerintah Rabu diperkirakan menunjukkan persediaan meluas, sehingga menjaga stok pada tingkat tertinggi dalam lebih dari delapan dekade.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman April kehilangan sebanyak 60 sen menjadi $ 33,80 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 33,93 pada 08:31 pagi waktu Hong Kong. Kontrak tersebut naik 65 sen menjadi $ 34,40 pada hari Selasa, level penutupan tertinggi sejak 5 Januari. Jumlah volume perdagangan sekitar 72% di bawah 100-hari rata-rata. Harga naik 0,4% pada Februari, kenaikan bulanan pertama sejak Oktober.

Jenis brent untuk pengiriman Mei naik 24 sen, atau 0,7%, ke $ 36,81 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, Selasa. Acuan minyak mentah Eropa mengakhiri sesi lebih tinggi sebesar 66 sen dibanding WTI untuk Mei.(yds)

Sumber: Bloomberg