Minyak Menuju Penurunan Mingguan Terkait Persediaan Minyak AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak menuju penurunan mingguan terkait stok minyak mentah AS yang semakin banyak melebihi rekor, memperburuk pasokan global yang melimpah.

Minyak berjangka turun 1 persen di New York dan turun 6,3 persen untuk minggu ini. persediaan AS naik di atas 500 juta barel sampai 29 Januari lalu, level tertinggi dalam data bulanan pemerintah yang disusun sejak tahun 1930, menurut Administrasi Informasi Energi. Arab Saudi menurunkan harga bulan Maret untuk pelanggan minyak Asia terkait eksportir minyak mentah terbesar di dunia tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda untuk menghentikan kampanye demi menjaga pangsa pasar.

Minyak turun sekitar 15 persen tahun ini di tengah prospek dorongan ekspor Iran setelah penghapusan sanksi dan penuhnya stok minyak mentah AS. Anjloknya harga telah memangkas pendapatan dari Royal Dutch Shell Plc sampai Chevron Corp., sementara Exxon Mobil Corp telah mengurangi anggaran pengeboran ke level terendahnya ?10-tahun.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret turun sebanyak 30 sen menjadi $ 31,42 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 31,56 pada 07:43 pagi waktu Hong Kong. Kontrak kehilangan 56 sen menjadi $ 31,72 pada hari Kamis. Total volume perdagangan sekitar 44 persen di bawah rata-rata 100-harinya.

Brent untuk pengiriman April turun 58 sen, atau 1,7 persen, ke $ 34,46 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange, Kamis kemarin. Harga turun 0,8 persen minggu ini. Minyak mentah acuan Eropa mengakhiri sesi dengan premi sebesar $ 1,08 untuk WTI bulan April.(mrv)

Sumber: Bloomberg