Minyak Menuju Pelemahan Bulanan Tertajam Di Tahun Ini

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak menuju penurunan bulanan tertajam di tahun ini karena spekulasi melimpahnya pasokan global yang mendorong harga menuju bear market akan tetap bertahan.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York, turun 19% untuk bulan Juli. Persediaan minyak mentah AS tetap hampir 100 juta barel di atas rata-rata lima tahun untuk tahun ini, sementara ekspor dari Irak selatan naik ke rekornya bulan ini. Produsen minyak dari BP Plc ke Royal Dutch Shell Plc telah memulai babak baru pemangkasan biaya di tengah harga yang lebih rendah.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September berada di level $ 48,41 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, turun 11 sen, di 10:57 pagi pada hari Jumat di Sydney. Kontrak turun 27 sen menjadi $ 48,52 pada hari Kamis. Volume semua kontrak berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 64% di bawah rata-rata 100 hari. Harga telah turun lebih dari 20% dari puncak penutupannya tahun ini pada 10 Juni.

Minyak jenis Brent untuk pengiriman September adalah 3 sen lebih rendah pada level $ 53,28 per barel di ICE Futures Europe exchange London. Harga turun 16% pada bulan tersebut. Acuan minyak mentah Eropa diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 4,89 dibanding WTI.(yds)

Sumber: Bloomberg