Minyak Menuju Gain Mingguan Keempat seiring Permintaan Bensin AS Menguat

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak menuju gain mingguan terpanjang sejak Mei di tengah tanda-tanda meningkatnya permintaan bahan bakar AS dan berkurangnya produksi minyak mentah.

Futures naik sebanyak 0,8 persen di New York dan bersiap untuk kenaikan mingguan keempat. Konsumsi bensin dalam empat minggu terakhir berada di level tertinggi sejak September, sementara produksi minyak mentah tetap mendekati level terendah setidaknya sejak November 2014, menurut data dari Rabu Energy Information Administration. Stok masih tetap berada di rekor tertinggi sejak tahun 1930. Indeks volatilitas harga pada hari Kamis ditutup mendekati level terendah dalam dua bulan.

Minyak membalikan kerugian tahun ini setelah merosot ke level 12 tahun terendah bulan lalu di tengah spekulasi permintaan kuat dan jatuhnya produksi AS akan mengurangi pasokan. Penerjunan harga masih memiliki mempengaruhi pada produsen energi, dengan Anadarko Petroleum Corp. memotong sekitar 1.000 pekerjaan setelah rencana untuk memarkirkan rig pengeboran, memangkas dividen dan menjual aset.

West Texas Intermediate untuk pengiriman April naik sebanyak 29 sen ke level $ 38,13 per barel di New York Mercantile Exchange, dan diperdagangkan di level $ 38,11 pada pukul 08:45 pagi waktu Hong Kong. Kontrak turun 45 sen ke level $ 37,84 pada hari Kamis. Total volume perdagangan yakni sekitar 65 persen di bawah 100-hari rata-rata. Harga naik 6,1 persen minggu ini.

Brent untuk pengiriman Mei kehilangan $ 1,02, atau 2,5 persen, ke level $ 40,05 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange, Kamis. Kontrak tersebut naik 3,4 persen minggu ini untuk meraih kenaikan mingguan ketiga. Minyak mentah patokan global ini ditutup pada premi 65 sen untuk WTI Mei. (sdm)

Sumber: Bloomberg