Minyak Mentah Melemah Karena Gagalnya Pembicaraan di Doha

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak mentah jatuh dan mata uang komoditas yang terkait melemah setelah pembicaraan antara anggota OPEC dan produsen lain di Doha berakhir tanpa perjanjian untuk membatasi pasokan. Saham-saham Asia melemah dari level tertinggi empat bulan, sementara permintaan untuk aset haven mendorong yen dan Treasury.

Minyak mentah West Texas Intermediate turun 5,4 persen menjadi $ 38,17 per barel setelah upaya signifikan pertama dalam 15 tahun dalam koordinasi produksi minyak antara OPEC dan negara-negara di luar kelompok gagal mencapai kesepakatan. Mata uang Kanada, Australia dan Malaysia semua turun lebih dari 1 persen terhadap greenback dan yen Jepang menguat ke level tertinggi satu minggu. Indeks MSCI Asia Pacific turun untuk pertama kalinya dalam sembilan hari.

Harga minyak rebound dari level terendah 13-tahun selama dua bulan terakhir, memacu pemulihan di pasar saham global, terhadap prospek produsen utama akan setuju untuk membatasi produksi. Diskusi tertahan setelah Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya tidak akan setuju untuk kesepakatan apapun kecuali semua anggota OPEC bergabung termasuk Iran, yang tidak hadir pada pertemuan itu, menurut Menteri Energi Rusia Alexander Novak.

Morgan Stanley, International Business Machines Corp dan Netflix Inc adalah beberapa perusahaan yang melaporkan laba pada hari Senin. Managing Director Dana Moneter Internasional Christine Lagarde pada akhir pekan mengatakan penurunan di harga komoditas cenderung akan bertahan lama.

Aussie dan ringgit Malaysia turun 1,1 persen versus greenback pada pukul 09:18 pagi di Tokyo. Dolar Kanada turun 1,2 persen dan rand Afrika Selatan turun 0,9 persen.(frk)

Sumber: Bloomberg