Minyak Mentah Lanjutkan Tren Penguatan

\Minyak Mentah Lanjutkan Tren Penguatan\RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak mentah berjangka naik pada awal pekan ini, mengikuti tren kenaikan lebih dari 15 persen yang terjadi pada pekan lalu. Beberapa indikator menunjuk adanya kemungkinan pasar akan bergerak dalam tren positif.

Analis mengatakan bahwa tanda-tanda akan adanya penguatan harga minyak muncul setelah penurunan tajam hingga 70 persen yang telah terjadi selama 20 bulan ini.

“Pasar minyak mentah AS tampaknya telah melewati titik terburuk dan terus merayap lebih tinggi, di tengah adanya banjir pasokan. Data EIA terbaru tentang produksi AS juga mendukung penguatan, karena hal ini menunjukkan bahwa harga yang murah telah memberikan dampak,” kata direktur JBC Energy Asia, Richard Gorry, seperti dilansir dari Reuters, Senin (29/2/2016).

Namun, dia menambahkan masih banyak risiko downside, karena overhang besar dalam produksi dan persediaan. Menurutnya, harus ada kesepakatan antara Arab Saudi dengan Rusia guna mendukung pasar.

“Sementara di AS, produsen shale terus menahan rig untuk mengurangi produksi. Data Baker Hughes mencatat, jumlah rig minyak turun 13 ke 400,” kata ANZ Bank.

Minyak mentah Brent berjangka, LCOc1, telah naik sekitar 0,5 sen dolar atau 1,4 persen ke USD35,58 per barel. Sedangkan minyak mentah Amerika, West Texas Intermediate (WTI) berjangka, CLc1, naik 18 sen menjadi USD32,96 per barel.

Selain itu, spekulan telah menaikkan taruhan bullish mereka pada minyak setelah pembicaraan pembekuan produksi global dan tanda-tanda penurunan produksi minyak mentah AS shale dan permintaan bensin.

Sumber : http://economy.okezone.com/