Minyak Kandas Jelang Data Stok AS & OPEC

© Reuters.  NYMEX, minyak mentah jatuh di sesi AsiaRIFAN FINANCINDO – Harga AS minyak mentah kandas di sesi Asia pada hari Kamis dengan investor bersiap dalam menghadapi pertemuan di akhir bulan ini tentang rencana OPEC untuk membatasi produksi dan juga meningkatnya persediaan minyak AS mendapatkan perhatian.

Minyak mentah untuk pengiriman Desember di Bursa Perdagangan New York turun 0,26% menjadi $45,45 per barel. Minyak Brent untuk pengiriman Januari di Bursa Berjangka ICE London terakhir dikutip pada $46,46 per barel, naik 0,22%.

Semalam, harga minyak menambah kerugian selama sesi perdagangan Amerika, jatuh ke tingkat terendah sesi tersebut setelah data menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah naik dalam minggu ketiga beruntun.

Badan Administrasi Informasi Energi AS mengatakan dalam laporan mingguannya bahwa cadangan minyak mentah naik 5,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 11 November. Analis pasar mengharapkan keuntungan stok minyak mentah sebesar 1,5 juta barel, sedangkan American Petroleum Institute Selasa malam melaporkan persediaan meningkat 3,7 juta barel.

Persediaan di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman penting minyak mentah Nymex, meningkat 691.000 barel di pekan lalu, kata EIA. Total persediaan minyak mentah AS mencapai 490,3 juta barel pada pekan lalu, EIA anggap sebagai “tingkat historis tertinggi sepanjang tahun ini”.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa persediaan bensin naik 0,7 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi penurunan 0,4 juta barel.

Untuk persediaan distilasi termasuk diesel, EIA melaporkan keuntungan sebesar 0,3 juta barel.

Pedagang minyak terus membebani prospek pemotongan produksi terkoordinasi di antara produsen minyak global.

Pertemuan informal anggota OPEC kemungkinan akan diselenggarakan di ibukota Qatar, Doha, pada hari Jumat untuk membangun konsensus atas keputusan-keputusan yang telah diambil oleh kelompok tersebut pada bulan September lalu, dikatakan seorang sumber dari Aljazair di bidang energi, Rabu.

Harga minyak reli hampir 6% pada hari Selasa di tengah laporan bahwa beberapa anggota OPEC terlibat dalam desakan di menit-menit akhir untuk mengatasi perselisihan di antara produsen terbesar kartel minyak itu.

Kelompok minyak tersebut mencapai kesepakatan pemangkasan produksi ke range 32,5 juta ke 33,0 juta barel per hari dalam pembicaraan yang diadakan di Aljazair pada akhir bulan September. Namun, OPEC menyatakan tidak akan menyelesaikan rincian tentang kuota produksi individu sampai pertemuan resmi berikutnya di Wina pada 30 November mendatang.

Kartel minyak tersebut memompa 33.64 juta barel minyak mentah per hari pada bulan Oktober. Angka-angka itu menambah nada skeptisisme atas pelaksanaan kesepakatan yang direncanakan oleh OPEC untuk membatasi produksi.

Kemungkinan bahwa penghasil minyak bisa pulang dari pertemuan November itu dengan tangan hampa tampaknya membesar setelah Irak, Iran, Nigeria dan Libya semuanya mengisyaratkan mungkin tidak akan ikut dalam kesepakatan pemangkasan produksi yang diusulkan. Sikap belum jelas Rusia juga memicu ketidakpastian.

( id.investing.com )