Minyak Mentah Diperdagangkan Dibawah $ 45 Per Barel

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak turun di bawah $ 45 per barel menjelang perkiraan data pemerintah AS yang menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah semakin melimpah di konsumen minyak terbesar dunia tersebut.

Minyak berjangka turun sebanyak 3,4% di New York, melanjutkan penurunan 7,7% kemarin. Persediaan mungkin meningkat sebanyak 900.000 barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg jelang rilis data Rabu dari EIA. Persediaan naik 7,6 juta barel hingga 28 Agustus, industri yang didanai American Petroleum Institute melaporkan.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun sebanyak $ 1,55 ke level $ 43,86 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 44,15 pada 09:58 pagi waktu Sydney. Kontrak turun $ 3,79 ke level $ 45,41 pada Selasa. Volume semua kontrak berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 70% di atas rata-rata 100 hari. Harga telah menurun sebanyak 17,2% tahun ini.

Jenis Brent untuk pengiriman Oktober turun sebanyak $ 1,08, atau 2,2%, ke level $ 48,48 per barel di ICE Futures Europe exchange London. Ini turun $ 4,59, atau 8,5%, ke level $ 49,56 kemarin. Acuan minyak mentah Eropa diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 4,30 dibanding WTI.(yds)

Sumber: Bloomberg