Minyak Mentah Berayun Ditengah Rebound di Sektor Komoditi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak berayun antara keuntungan dan kerugian di tengah rebound di sektor komoditas sedangkan data industri menunjukkan stok minyak mentah mengalami penurunan.

Kontrak berjangka sedikit berubah di New York setelah kemarin naik 2,8 %. Persediaan minyak mentah AS turun sebesar 7,3 juta barel pada pekan lalu, menurut laporan American Petroleum Institute. Peningkatan sebesar 1,45 juta barel menurut perkiraan yang disurvei oleh Bloomberg sebelum laporan data Administrasi Informasi Energi, Rabu.

Minyak tetap turun lebih dari 35 % dari rekornya tahun ini pada bulan Juni setelah senin lalu merosot tajam pada sesi penutupan sejak Februari 2009 diiringi menurunnya permintaan bahan bakar di China sementara Will Tetap mempertahankan surplus global. Indeks Komoditi Bloomberg dari 22 bahan baku termasuk minyak mentah dan logam kemarin mengalami rebound dari level 16 tahun terendah.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Oktober berada di level $ 39,20 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 11 sen pada pukul 9:24 pagi waktu Sydney setelah naik 1,2 %. Kontrak kemarin naik $ 1,07 ke level $ 39,31. Volume semua berjangka yang diperdagangkan sekitar 15 % di bawah rata-rata 100-hari. Penurunan harga minyak mencapai 26 % selama tahun ini.

Brent untuk pengiriman bulan Oktober menguat 52 sen atau 1,2 %, ke level $ 43,21 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange, Selasa. Minyak mentah acuan Eropa mengakhiri sesi dengan premi $ 3,90 dibandingkan minyak mentah WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg