Cadangan Minyak AS Anjlok, Minyak Menguat

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Minyak bergerak naik karena data industri menunjukkan cadangan minyak AS turun, pemangkasan persediaan yang berada di tingkat musiman tertinggi dalam lebih dari 30 tahun terakhir.

Minyak berjangka naik sebanyak 1,8 persen di New York. Cadangan minyak AS turun 12,1 juta barel pada pekan lalu, American Petroleum Institute mengatakan dalam laporannya. Penurunan serupa dalam data mingguan pemerintah yang akan dirilis Kamis ini, yang diperkirakan akan menunjukkan ekspansi, akan menjadi yang terbesar sejak tahun 1999. Kesepakatan pembekuan produksi antara OPEC dan Rusia pada pertemuan di Aljir bulan ini tidak mungkin terjadi, menurut David Fyfe , kepala Gunvor Group Ltd untuk riset pasar dan analisis.

Minyak mengalami reli pada bulan Agustus terkait spekulasi bahwa anggota dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen lainnya akan setuju untuk membatasi produksi. Proposal serupa mengalami kegagalan pada bulan April karena Iran menolak untuk bergabung setelah berusaha untuk meningkatkan produksi ke tingkat pra-sanksi. Iran sekarang sedang mendekati target itu, Mohsen Ghamsari, direktur untuk urusan internasional di National Iranian Oil Co, mengatakan pada Rabu kemarin.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman Oktober naik sebanyak 81 sen menjadi $ 46,31 per barel di New York Mercantile Exchange dan diperdagangkan di $ 46,30 pada pukul 09:14 pagi waktu Tokyo. Kontrak tersebut naik 67 sen untuk ditutup di $ 45,50 pada hari Rabu. Total volume perdagangan sekitar 39 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman November naik sebanyak 70 sen, atau 1,5 persen, ke $ 48,68 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak Brent pada hari Rabu menambahkan 72 sen, atau 1,5 persen, ke $ 47,98. Acuan global untuk pengiriman November diperdagangkan lebih besar $ 1,77 dari WTI. ( Bloomberg )

Futures minyak mentah lebih tinggi pada jam dagang AS

Pada New York Mercantile Exchange, Futures minyak mentah untuk penyerahan Oktober diperdagangkan pada USD45.46 per barrel pada waktu penulisan, meningkat 1.41%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD45.58 per barrel. Minyak metah kemungkinan akan mendapat support pada USD43.16 dan resistance pada USD46.53.

Indeks Dolar AS yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0.16% dan diperdagangkan pada USD94.95.

Sementara itu di ICE, Minyak brent untuk penyerahan November naik 1.38% dan diperdagangkan pada USD47.91 per barrel, sedangkan spread antara kontrak Minyak brent dan Minyak metah berada pada USD2.45 per barrel.

PT RIFAN FINANCINDO