Minyak Mendekati 6 Tahun Terendah Setelah Cadangan Akhir Tahun AS Turun

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak diperdagangkan mendekati penutupan terendah dalam lebih dari enam tahun karena investor mendiskon penurunan pertama dalam persediaan AS dalam 11 minggu.

Minyak diperdagangkan mendekati level yang pernah terjadi selama krisis keuangan global setelah Arab Saudi memimpin Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam menjaga produksi dan mempertahankan pangsa pasar terhadap biaya produsen yang lebih tinggi. Chevron akan memotong hampir seperempatnya pengeluaran untuk eksplorasi, pengeboran dan proyek-proyek lain di tahun depan dalam menanggapi kemerosotan minyak mentah.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari di $ 37,43 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 27 sen, pada 08:06 pagi waktu Hong Kong. Kontrak turun 0,9% menjadi $ 37,16 pada hari Rabu, penutupan terendah sejak Februari 2009. Harga telah kehilangan 39% pada tahun lalu.

Minyak Brent untuk pengiriman Januari turun 15 sen, atau 0,4%, ke $ 40,11 per barel pada Rabu kemarin di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, yang merupakan penutupan terendah sejak Februari 2009. Minyak mentah acuan Eropa mengakhiri sesi lebih besar $ 2,95 dari WTI .(frk)

Sumber: Bloomberg