Minyak Mendekati $ 48 Barrel Dengan Perkiraan Cadangan Minyak AS Terlihat Menurun

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak diperjualbelikan hampir $ 48 per barel sebelum rilis data mingguan oleh pemerintah Amerika Serikat yang diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah Amerika Serikat menurun di tengah kelimpahan pasokan.

Minyak meningkat lebih dari 80 persen dari level terendah dalam 12-tahun terakhir di awal tahun ini terhadap tanda-tanda surplus global akan berkurang akibat penurunan produksi minyak Amerika. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) kemungkinan tidak akan menetapkan target produksi ketika mereka bertemu 2 Juni, menurut semua kecuali satu dari 27 analis yang disurvei oleh Bloomberg.

Minyak mentah jenis WTI untuk pengiriman Juli berada di harga $ 48,07 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 1 sen, pada pukul 08:02 pagi waktu Hong Kong. Kontrak WTI turun 0,7 persen menjadi $ 48,08 pada hari Senin. Total volume perdagangan sekitar 89 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman Juli berada di harga $ 48,34 per barel, turun 1 sen, di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga Brent telah hilang 37 sen, atau 0,8 persen, berada di $ 48,35 per barel pada hari Senin. Minyak mentah acuan global diperdagangkan lebih besar 28 sen dari WTI