Harga Minyak di Kisaran $50

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Harga minyak mentah menguat di sesi Asia pada hari Selasa jelang data industri persediaan AS yang diharapkan akan dirilis.

Minyak mentah berjangka AS di Bursa Perdagangan New York untuk pengiriman November naik 0,40% ke $50,14 per barel.

American Petroleum Institute akan mengumumkan estimasi stok produk minyak mentah dan olahan AS di akhir pekan lalu pada hari Selasa. Data tersebut akan diikuti dengan angka resmi dari Departemen Energi AS, Rabu.

Semalam, minyak AS naik, dan berhasil bertahan di ambang batas atas $50 per barel karena investor terus mengamati rincian rencana pemangkasan produksi oleh Organisasi Negara-Negara Produsen Minyak.

Di Bursa Berjangka ICE London, kontrak Brent Desember naik 0,40% diperdagangkan pada $52,18 per barel.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak OPEC mencapai kesepakatan pembatasan produksi ke level 32,5 juta hingga 33,0 juta barel per hari dalam pembicaraan yang diadakan di sela-sela sebuah konferensi energi Aljazair pada akhir bulan lalu.

Namun, analis pasar tetap skeptis atas kesepakatan, mengira bagaimana rencana tersebut akan dilakukan.

Kelompok minyak 14-anggota itu mengatakan tidak akan menyelesaikan rincian atau menyelesaikan ksespakatan produksi sampai pertemuan kelompok organisasi di Wina pada 30 November.

Secara terpisah, harga minyak mentah berada di bawah tekanan karena dolar AS yang menguat secara luas setelah penjualan ritel AS naik 0,6% pada bulan September, sesuai dengan ekspektasi dan setelah direvisi 0,2% jatuh pada bulan sebelumnya.

Selain itu, indeks harga produsen AS naik 0,3% pada bulan September, dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan 0,2%.

Data optimis itu menambah ekspektasi kenaikan suku bunga AS mendatang setelah risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan September menunjukkan di pekan lalu bahwa beberapa anggota voting percaya peningkatan suku bunga akan dibenarkan dengan “relatif segera” jika perekonomian AS terus menguat.

Harga minyak biasanya menurun ketika mata uang AS menguat setelah komoditas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

( http://id.investing.com )

Harga Minyak Tertekan Akibat Kekhawatiran Kelebihan Pasokan

Harga minyak dunia melemah lebih jauh pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global terus menekan pasar.

Produksi minyak Libya meningkat menjadi 560.000 barel per hari, naik dari 540.000 barel per hari pekan lalu, dan Iran menegaskan kembali rencananya meningkatkan produksi menjadi empat juta barel per hari, sementara Nigeria berencana menaikkan produksi sebesar 400.000 barel per hari menjadi 2,2 juta, menurut Bloomberg pada Senin.

Sementara itu, perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes melaporkan pada Jumat bahwa jumlah rig pengeboran minyak yang melakukan explorasi di ladang-ladang AS naik empat rig menjadi 432 rig pada pekan lalu, menandai peningkatan ke-15 dalam 16 minggu terakhir.

Para pedagang juga akan mengawasi dengan cermat laporan persediaan minyak mentah mingguan AS dan data produksi AS yang dijadwalkan akan diumumkan pada Rabu 19 Oktober 2016.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk permintaan November turun USD0,41 menjadi menetap di USD49,94 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember turun USD0,43 menjadi ditutup pada USD51,52 per barel di London ICE Futures Exchange.

(http://economy.okezone.com)