Minyak Perpanjang Keuntungan

PTRIFANFINANCINDOPTRIFANFINANCINDO – Minyak memperpanjang kenaikan di atas $ 48 per barel karena data industri AS menunjukkan stok minyak mentah menurun dan setelah pasar saham kembali pulih dari kekalahan yang dipicu oleh pemilihan suara Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa.

Minyak berjangka naik sebanyak 1,1 persen di New York setelah pada hari Selasa menguat 3,3 persen karena menguatnya ekuitas dan industri logam sementara investor menunggu perkembangan terkait rencana Inggris untuk keluar dari Uni Eropa. Cadangan minyak AS turun 3,86 juta barel pekan lalu, American Petroleum Institute mengatakan. Data pemerintah pada hari Rabu diperkirakan menunjukkan persediaan turun untuk minggu keenam.

Minyakk mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik sebanyak 53 sen menjadi $ 48,38 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 48,15 pada pukul 08:23 pagi Hong Kong. Kontrak tersebut naik $ 1,52 ke $ 47,85 pada hari Selasa setelah turun 7,5 persen pada dua sesi sebelumnya. Total volume perdagangan sekitar 45 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Sentimen terbaru yang mempengaruhi pergerakan harga minyak adalah rencana mogok yang dilakukan oleh 7.500 pekerja migas di Norwegia pada Sabtu nanti. Para pekerja menuntut adanya penyesuaian?pendapatan sebelum tanggal 1 Juli.

Dengan adanya mogok kerja tersebut tentu saja akan membatasi jumlah atau kapasitas produksi di negara tersebut. Norwegia merupakan salah satu produsen utama migas di Eropa.

Menurut Badan Energi Internasional, Norwegia mampu memproduksi 1,96 juta barel per hari pada Mei kemarin. Angka tersebut 2,1 persen dari produksi minyak dunia.

Minyak Brent untuk pengiriman Agustus naik sebanyak 37 sen, atau 0,8 persen, ke $ 48,95 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global diperdagangkan lebih besar 61 sen dari WTI.(frk)

Sumber: Bloomberg