Minyak Masih Melemah Dalam Tiga Tahun Terakhir

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak turun untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir karena stok minyak mentah AS diperluas untuk pekan ketiga ke rekornya, sehingga memperburuk kelebihan pasokan global.

Minyak berjangka turun sebanyak 1,6% di New York setelah naik 2,7% pada hari Rabu. Persediaan naik 8.380.000 barel pekan lalu menjadi 494.900.000, tingkat tertinggi dalam data mingguan dari Administrasi Informasi Energi yang dimulai pada bulan Agustus 1982. Rusia tidak mengadakan pembicaraan khusus mengenai tingkat produksi minyak dengan negara-negara produsen lainnya.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret turun sebanyak 52 sen menjadi $ 31,78 per barel di New York Mercantile Exchange, dan berada di level $ 32,03 pada 09:25 pagi waktu Hong Kong. Kontrak naik 85 sen menjadi $ 32,30 pada hari Rabu. Total volume yang diperdagangkan adalah sekitar 32% di bawah rata-rata 100-hari. Harga turun 30% tahun lalu.

Jenis Brent untuk pengiriman Maret, yang berakhir Jumat, turun sebanyak 39 sen, atau 1,2%, ke level $ 32,71 per barel di ICE Futures Europe exchange London. Kontrak naik $ 1,30 $ 33,10 per barel pada hari Rabu. Acuan minyak mentah Eropa diperdagangkan lebih tinggi sebesar 88 sen dibanding WTI.(yds)

Sumber: Bloomberg