Minyak Lanjutkan Penurunan Dekati $45 Per Barel

RIFANFINANCINDO – Minyak melanjutkan penurunan mendekati level $45 per barrel di tengah spekulasi produksi AS dapat terus meningkat seiring rig pengeboran kembali melakukan aktifitasnya.

Minyak berjangka tergelincir sebanyak 0,6% di New York setelah turun 1,6% pada hari Senin. Perusahaan menambahkan rig pengeboran untuk keenam kalinya dalam tujuh pekan hingga 15 Juli menurut data pada Jumat dari Baker Hughes Inc. Sedangkan data dari Rabu oleh Energy Information Administration diperkirakan akan menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika mengalami penurunan sebesar 2,1 juta barel pekan lalu, pasokan masih akan lebih dari 100 juta barel di atas rata-rata lima tahun.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus, yang berakhir Rabu, kehilangan sebanyak 28 sen menjadi $ 44,96 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 45,15 pada 01:43 siang waktu sore Hong Kong. Kontrak turun 71 sen menjadi $ 45,24 pada hari Senin. Total volume perdagangan sekitar 39% di bawah 100-hari rata-rata. Kontrak September yang lebih aktif turun 12 sen menjadi $ 45,82 per barel.(Bloomberg)

“Brent naik pada Jumat menyusul kudeta militer di Turki,” kata Analis Commerzbank Carsten Fritsch.

Harga mengurangi keuntungan mereka lagi setelah kudeta itu gagal pada akhir pekan. Sementara rasa tenang telah kembali ke Turki setelah upaya kudeta gagal, para analis mengatakan situasi tetap bergejolak karena pemerintah berkuasa menekankan tindakan keras dan kejam terhadap komplotan pelaku kudeta, menahan lebih lebih dari 7.500 orang.

“Jaringan pipa minyak dengan kapasitas harian lebih kurang lebih tiga juta barel menyeberangi wilayah Turki, mengangkut minyak mentah dari ladang-ladang minyak di Laut Kaspia dan rak utara ke pelabuhan Mediterania Turki, Ceyhan,” kata Fritsch.

Lalu ada Bosphorus dan Dardanella, rute pelayaran utama yang dilalui di mana hampir tiga juta barel minyak mentah dan produk minyak yang diangkut setiap hari dari Rusia dan Laut Kaspia ke Mediterania.

Namun, harga minyak mentah tetap terkunci dalam kisaran USD44 hingga USD52 per barel karena pasar masih terendam dalam persediaan yang berlimpah dan pertumbuhan permintaan yang sangat lambat.(http://ekonomi.metrotvnews.com)

PT Rifan Financindo

Rifan Financindo

Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam website kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.