Minyak Lanjutkan Kenaikan Diatas $ 44 Pasca Gain

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Minyak melanjutkan kenaikannya di atas $ 44 per barel setelah membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak April.

Minyak berjangka naik sebanyak 0,6 persen di New York setelah naik 6,4 persen pekan lalu karena Arab Saudi mengisyaratkan bahwa mereka siap untuk membahas stabilisasi pasar pada diskusi resmi OPEC bulan depan. Menteri perminyakan dan luar negeri Venezuela akan mengunjungi negara-negara produsen untuk melobi kenaikan harga menjelang perundingan, kata Presiden Nicolas Maduro. Produsen AS menambahkan jumlah bor untuk minggu ketujuh, rentang waktu terpanjang sejak 2014, menurut data Baker Hughes Inc pada hari Jumat.

West Texas Intermediate untuk pengiriman September naik sebanyak 25 sen ke $ 44,74 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 44,69 pada 09:27 pagi waktu Hong Kong. Harga naik sebanyak $ 1 untuk berakhir di $ 44,49 per barel pada hari Jumat, tertingginya sejak 21 Juli. Jumlah volume perdagangan sekitar 58 persen di bawah rata-rata 100-harinya.

Brent untuk penyelesaian Oktober menguat 28 sen, atau 0,6 persen, ke $ 47,25 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak naik sebesar 2 persen untuk berakhir $ 46,97 pada hari Jumat. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premium $ 1,76 untuk WTI pengiriman Oktober.(Bloomberg)

Pelemahan mata uang dolar Amerika Serikat, mendongkrak harga minyak mentah dunia pada perdagangan Jumat 12 Agustus 2016. Nilai tukar dolar yang lebih murah pun membuat harga minyak menjadi lebih terjangkau bagi mata uang lain.

Dilansir CNBC, Sabtu 13 Agustus 2016, harga minyak mentah Brent di bursa berjangka AS, naik 87 sen, atau 1,87 persen menjadi US$46,9 per barel. Harga minyak Brent sudah naik 5,7 persen pada minggu ini.

Sedangkan harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate, ditutup naik US$1, atau 2,3 persen di US$44,49 per barel.

Dolar melemah, setelah data ekonomi AS yang menunjukkan penjualan ritel pada Juli mengecewakan. Data retail yang tidak mengalami kenaikan ini, bertolak belakang dengan ekspektasi pasar.

Kenaikan harga minyak juga dipicu oleh pernyataan menteri energi Arab Saudi, Khalid al-Falih, pada Kamis lalu. Dia mengatakan, para produsen minyak akan mendiskusikan kemungkinan tindakan yang diambil untuk menstabilkan harga minyak pada pertemuan di Algeria bulan depan. ( http://bisnis.news.viva.co.id )

PT RIFAN FINANCINDO