Minyak Kikis Reli Terbesar dalam 25 Tahun Seiring Langkah OPEC Diragukan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak memutus reli terbesarnya selama tiga hari dalam 25 tahun seiring memudarnya spekulasi bahwa OPEC mungkin berkoordinasi dengan negara lain untuk menahan pasokan dan mengurangi surplus minyak mentah global.

Futures tergelincir sebanyak 6,7 persen di New York setelah melonjak 27 persen dalam tiga hari sampai Senin, yang merupakan lonjakan terbesar sejak Agustus 1990. Harga turun akibat melambatnya manufaktur China dan stok minyak mentah AS yang diperkirakan akan meningkat. Minyak naik hari Senin setelah pemerintah AS menurunkan perkiraan produksi dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak mengatakan mereka siap untuk berbicara dengan produsen lain untuk mendapatkan “harga yang adil dan wajar,” menurut buletin nya.

Minyak mentah akan tetap berada pada level $ 40 sampai $ 60 per barel hingga 2016 imbas dari meningkatnya pasokan yang melebihi permintaan, menurut Ian Taylor, CEO Vitol Grup BV pedagang minyak independen terbesar. Iran berencana untuk meningkatkan produksi sebesar 1 juta barel per hari dalam waktu lima bulan setelah dicabutnya sanksi mereka, kata Menteri Perminyakan Bijan Namdar Zanganeh.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober turun $ 3,20, atau 6,5 persen, ke level $ 46 per barel pada pukul 10:57 pagi di New York Mercantile Exchange. Kontrak ditetapkan di level $ 49,20 pada hari Senin, level tertinggi sejak 21 Juli. Volume semua berjangka yang diperdagangkan lebih dari dua kali rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman Oktober turun $ 3,47, atau 6,4 persen, ke level $ 50,68 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Minyak mentah patokan Eropa diperdagangkan pada premium $ 4,68 untuk WTI.(sdm)

Sumber: Bloomberg