Minyak Kembali Turun Dibawah Level $ 44 per barel

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak kembali turun di bawah level $ 44 per barel seiring data industri AS menunjukkan stok minyak mentah di konsumen terbesar di dunia diperluas.

Kontrak berjangka turun 1,5 % di New York. Persediaan minyak meningkat sebesar 6,3 juta barel pada pekan lalu, menurut laporan dari American Petroleum Institute. Persediaan minyak naik 1,3 juta barel Data Administrasi Informasi Energi diperkirakan akan dirilis pada hari Kamis, menurut survei Bloomberg. OPEC sedang mempertimbangkan apakah akan menaikkan target produksi resmi untuk menampung anggota baru yaitu Indonesia, kata dua delegasi dari kelompok tersebut.

Minyak telah merosot sekitar 44 % dari tahun lalu di tengah tanda-tanda melimpahnya pasokan global yang berkepanjangan terkait Organisasi Negara Pengekspor Minyak terus memompa produksinya melebihi kuota. EIA mendorong estimasi untuk output AS pada tahun 2015 dan Irak memuatkan sebanyak 10 kapal tanker dalam beberapa minggu terakhir untuk memberikan minyak mentah ke port Amerika sebagai kompetisi di antara produsen minyak.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun 66 sen ke level $ 43,55 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 43,74 pada pukul 10:13 pagi waktu Hong Kong. Kontrak kemarin naik 34 sen ke level $ 44,21, merupakan kenaikan pertama dalam 5 hari terakhir. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 17 % di atas rata-rata 100 hari.

Minyak jenis Brent untuk pengiriman Desember kehilangan sebanyak 38 sen atau 0,8 %, ke level $ 47,06 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Kemarin naik 0,5 % ke level $ 47,44. Minyak mentah acuan Eropa dengan premi sebesar $ 3,44 dibandingkan minyak mentah WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg