Minyak Jatuh, Stok API Lewati Ekspektasi

© Reuters.  NYMEX, minyak mentah jatuh di sesi AsiaRIFAN FINANCINDO – Harga minyak mentah jatuh di sesi Asia pada Rabu, setelah estimasi persediaan minyak industri AS menunjukkan peningkatan solid yang lain.

Minyak mentah untuk pengiriman Desember di Bursa Perdagangan New York turun 0,13% ke $45,73 per barel.

American Petroleum Institute (API) mengatakan Selasa persediaan minyak mentah naik 3,65 juta barel di pekan lalu, peningkatan 4,4 juta barel di minggu sebelumnya dan naik lebih dari yang diharapkan. Persediaan bensin mencatat hasil penurunan sedikit 160.000 barel dalam sepekan sementara itu persediaan distilat naik sebesar 3,0 juta barel, kenaikan pertama dalam enam minggu.

Cushing mencatat peningkatan sebesar 1,13 juta barel setelah sedikit meningkat di minggu sebelumnya.

Data resmi Badan Administrasi Informasi Energi AS akan dirilis Rabu.

Semalam, harga minyak menguat selama perdagangan Amerika, perpanjang keuntungan semalam akibat pelaku pasar terus membebani prospek produksi terkoordinasi di antara produsen minyak global.

Di tempat lain, minyak Brent untuk pengiriman Januari di Bursa Perdagangan ICE London terakhir dikutip pada 46,96 per barel.

Bloomberg melaporkan bahwa beberapa anggota OPEC terlibat dalam desakan di menit-menit terakhir untuk mengatasi perbedaan di antara kartel produsen minyak terbesar tersebut.

Qatar, Aljazair dan Venezuela memimpin tekanan dalam menyelesaikan persetujuan, sementara Arab Saudi, Irak dan Iran berselisih mengenai cara membagi hasil pemangkasan yang disepakati pada pertemuan September di Aljazair lalu, menurut informasi seorang delegasi yang familiar dengan pembicaraan ini.

Kelompok minyak tersebut mencapai kesepakatan pemangkasan produksi ke range 32,5 juta ke 33,0 juta barel per hari dalam pembicaraan yang diadakan di Aljazair pada akhir bulan September. Namun, OPEC menyatakan tidak akan menyelesaikan rincian tentang kuota produksi individu sampai pertemuan resmi berikutnya di Wina pada 30 November mendatang.

Kartel tersebut menghasilkan 33.64 juta barel minyak mentah per hari pada bulan Oktober. Angka-angka itu menambah nada skeptisisme atas pelaksanaan kesepakatan yang direncanakan oleh OPEC untuk membatasi produksi.

Kemungkinan bahwa produsen minyak bisa pulang dari pertemuan November itu tanpa hasil tampaknya membesar setelah Irak, Iran, Nigeria dan Libya semuanya mengisyaratkan mungkin tidak akan turut campur dalam kesepakatan pemangkasan produksi yang diusulkan. Sikap belum jelas Rusia juga memicu ketidakpastian.

( id.investing.com )