Minyak Hentikan Kenaikan Dekat 3-Pekan Tertinggi Terkait Pernyataan Iran

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak di New York menghentikan kenaikannya dekat tiga minggu tertinggi terkait Iran yang mengulang tujuannya untuk meningkatkan ekspor setelah sanksi terhadap negara tersebut dicabut.

Minyak berjangka sedikit berubah setelah naik empat hari ke level tertingginya sejak 4 Desember lalu. Prioritas Iran adalah untuk meningkatkan pengiriman minyak ke level sebelum dijatuhkannya sanksi disaat sanksi itu dicabut, kantor berita IRNA melaporkan, mengutip perkataan menteri perminyakan Bijan Namdar Zanganeh. Harga naik 9,7 persen pekan lalu, kenaikan terbesar sejak Agustus, terkait penurunan terbesar stok minyak AS dalam enam bulan terakhir.

Melimpahnya pasokan global yang mengirim WTI menuju penurunan tahunan kedua mungkin semakin buruk setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak efektif meninggalkan batas produksi mereka awal bulan ini. Brent, sebagai acuan untuk lebih dari setengah minyak mentah dunia, siap untuk mengakhiri tahun 2015 dengan harga rata-rata terendah tahunannya dalam 11 tahun terakhir, memberikan dampak besar untuk negara-negara pengekspor minyak dan perusahaan-perusahaan minyak.

WTI untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada $ 37,96 per barel, turun 14 sen, di New York Mercantile Exchange pada pukul 08:26 di Seoul. Harga naik 60 sen, atau 1,6 persen, ke $ 38,10 per barel pada 24 Desember. Perdagangan ditutup Jumat untuk liburan Natal. Volume semua minyak berjangka yang perdagangan adalah sebesar 57 persen di bawah rata-rata 100-harinya.

Brent untuk pengiriman Februari kehilangan 9 sen, atau turun 0,2 persen, ke $ 37,80 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange.. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan dengan diskon 16 sen untuk WTI.(mrv)

Sumber: Bloomberg