Minyak Hentikan Gain

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak menghentikan kenaikan di dekat level $ 49 per barel menyusul pasar menunggu referendum Brexit dan rilis data stok mingguan AS.

Futures turun 0,6 persen di New York, memangkas kenaikan dua hari sebesar 6,8 persen. Saham Asia membalikkan kerugian awal dan Spot Index Bloomberg Dollar stabil setelah turun selama empat hari seiring jajak pendapat menunjukkan perolehan tipis dari jajak pendapat Brexit. Stok minyak AS mungkin turun 1,5 juta barel pekan lalu, menjaga mereka berada lebih dari 100 juta barel di atas rata-rata lima tahun, menurut survei Bloomberg sebelum data pemerintah, Rabu.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli, yang berakhir Selasa, kehilangan 31 sen ke level $ 49,06 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga naik $ 1,39 untuk ditutup di level $ 49,37 per barel pada hari Senin. Total volume perdagangan yakni sekitar 51 persen di bawah 100-hari rata-rata. Kontrak aktif Agustus di level 15 sen lebih rendah di level $ 49,81 tiap satu barel pada pukul 10:17 siang waktu Hong Kong.

Brent untuk pengiriman Agustus turun 35 sen, atau 0,7 persen, ke level $ 50,30 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak naik $ 1,48, atau 3 persen, ke level $ 50,65 per barel pada hari Senin. Minyak mentah patokan global ini diperdagangkan pada premi 58 sen untuk WTI untuk Agustus.

Sementara seperti dilansir Reuters, Selasa (21/6/2016) harga bensin Amerika Serikat (AS) melonjak 5% saat mengantisipasi rendahnya permintaan pada puncak musim panas, mendatang. Survei yang dilakukan Reuters menunjukkan total stok minyak AS diprediksi kemungkinan akan jatuh 1,9 juta barel dalam beberapa pekan kedepan.

“Kami tidak mengharapkan penguatan lanjutan harga minyak mentah untuk kembali berada di atas level USD50-51/Barel. Brent akan menjadi dasar adanya pergeseran secara bertahap,” ucap Konsultan Minyak Mentah Ritterbusch & Associates Jim Ritterbusch di Chicago.

Sumber: Bloomberg