Minyak Hentikan Gain seiring Output Irak Sentuh Rekor Tertinggi Sebelum Pertemuan Doha

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak menghentikan gainnya setelah kenaikan terbesar dalam hampir dua bulan seiring Irak mengatakan bahwa output mereka menyentuh rekor tertinggi menjelang pembicaraan antara produsen terbesar di dunia mengenai pembekuan output.

Futures tergelincir 1,2 persen di New York, memangkas kenaikan 6,6 persen pada hari Jumat, yang terbesar sejak 12 Februari. Irak, produsen terbesar kedua di OPEC, meningkatkan output sebanyak 2 persen dan ekspor sebesar 18 persen bulan lalu, menurut data yang dirilis Oil Marketing Co. Venezuela mengatakan langkah pertama pada pertemuan 17 April di Doha antara para produsen termasuk Arab Saudi dan Rusia seharusnya akan menghasilkan keputusan pembatasan produksi.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei turun sebanyak 47 sen ke level $ 39,25 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 39,37 pada pukul 08:37 pagi waktu London. Harga menghapus gain sebelumnya sebanyak 1,9 persen. Kontrak naik $ 2,46 ke level $ 39,72 per barel pada hari Jumat, menutup gain mingguan sebanyak 8 persen. Total volume perdagangan yakni sekitar 57 persen di atas 100-hari rata-rata.

Brent untuk pengiriman Juni kehilangan sebanyak 53 sen, atau 1,3 persen, ke level $ 41,41 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga naik 8,5 persen pekan lalu. Minyak mentah patokan global ini berada pada premi 90 sen untuk WTI Juni. (sdm)

Sumber: Bloomberg