Minyak Dunia Reli Lebih dari USD1/Barel

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo

PT RIFAN FINANCINDO – Harga Minyak mentah dunia menguat lebih dari USD1 per barel setelah sempat diperdagangkan lebih rendah usai laporan pemerintah AS bearish.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (2/2/2017), Harga minyak brent naik USD1,22 per barel keharga USD56,80 per barel. Sementara, harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) naik USD1,07 per barel menjadi USD53,88 per barel.

Harga minyak minyak telah terperangkap dalam kisaran karena para pedagang mengamati apakah pemotongan produksi OPEC dapat melebihi pertumbuhan pasokan di AS. Minyak berjangka mendapatkan keuntungan setelah data pasokan AS mingguan memperlihatkan produksi jauh lebih besar dari yang diharapkan, namun harga tetap rebound.

“Minyak mentah AS bisa dikonsolidasi dari USD51 sampai USD55 per barel untuk sementara, sampai ada lagi bukti pemangkasan produksi OPEC atau bukti lebih dari produksi atau menstabilkan di AS,” kata Bill Baruch, ahli strategi pasar senior di iitrader.com.

Stok minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir Jumat naik 6.470.000 barel, hampir dua kali lipat dari yang diharapkan. Kekhawatiran lebih besar dari yang diharapkan membangun awalnya diperburuk bahwa upaya untuk menekan produksi global mungkin tidak cukup untuk mengurangi pasokan.

Rusia memangkas produksi pada Januari sekitar 100.000 barel per hari (bph), menurut data Reuters. Sehari sebelumnya, sebuah survei Reuters bahwa OPEC setuju untuk melakukan pengurangan produksi.

“Setiap harapan dari pemulihan harga akan tergantung pada peningkatan upaya OPEC untuk mengekang keluaran meskipun prospek pelarian terbalik akan tergerus oleh kebangkitan pemula dalam produksi minyak mentah AS,” kata Stephen Brennock dari broker PVM minyak.

Pemotongan oleh Rusia dan Organisasi Negara Pengekspor Minyak ( OPEC ) sesuai kesepakatan tahun lalu untuk mengurangi pasokan sebesar 1,8 juta barel per hari, untuk menopang harga yang masih berada pada kisaran setengah dari pertengahan 2014.

Pemangkasan produksi oleh Rusia sebesar 100.000 barel per hari akan menjadi sepertiga dari janji Moskow untuk mengurangi produksi dengan 300.000 barel per hari. Namun, Rusia mengatakan pemangkasan produksi direncanakan akan dilakukan secara bertahap.

OPEC telah menerapkan sebagian besar pengurangannya. Sebuah survei Reuters pada Selasa menemukan bahwa anggota OPEC pada Januari telah disampaikan sekitar 82% melaksanakan perjanjian mereka untuk pasokan lebih rendah sebesar 1,16 juta barel per hari.

( sindonews.com )

PT Rifan Financindo