Minyak Diperdagangkan Didekat $ 45 Ditengah Menurunnya Pasokan OPEC & AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak diperdagangkan didekat level $ 45 per barel terkait OPEC dan AS memberikan sinyal bahwa pasokan minyak berkurang sedangkan persediaan di konsumen terbesar dunia meningkat.

Kontrak berjangka naik 0,7 % di New York setelah kemarin turun 0,3 %. Produksi minyak di AS menurun untuk ketujuh kalinya dalam 8 minggu terakhir ke level 10 bulan terendah, sementara stok minyak meningkat 3,96 juta barel. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak yang diproduksi sebanyak 32 juta barel per hari pada bulan September, turun dari bulan sebelumnya saat masih berada di atas kuota kelompok untuk bulan ke-16. Pihak swasta dan indeks manufaktur China akan dirilis pada hari Kamis dan diperkirakan akan menunjukkan kontraksi.

Minyak telah merosot lebih dari 25 % dari rekor penutupan tahun ini pada bulan Juni di tengah spekulasi melimpahnya global yang mendorong harga minyak ke level 6 tahun terendah. Stok minyak mentah AS tetap berada sekitar 100 juta barel di atas rata-rata 5 tahun musiman.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman November naik 30 sen ke level $ 45,39 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 45,36 pada pukul 09:16 pagi waktu Seoul. Kontrak kemarin turun 14 sen ke level $ 45,09 per barel. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 4 kali lipat rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman November menguat 11 sen atau 0,2 %, ke level $ 48,48 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan pada premium dari $ 3,15 dibandingkan dengan minyak mentah WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg