Minyak Diperdagangkan Dibawah Level $ 49 Per Barel Seiring Meningkatnya Pasokan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak diperdagangkan dibawah level $ 49 per barel jelang rilis data pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan pasokan minyak mentah meluas ke rekornya.

Persediaan minyak mentah mungkin meningkat menjadi 4,75 juta barel hingga 6 Maret menurut survei Bloomberg News menjelang laporan Rabu ini dari EIA. Persediaan telah mengalami peningkatan pada periode delapan minggu menjadi 444.400.000 barel, yang merupakan level tertinggi dalam rekor EIA menurut data pada Agustus 1982 silam. Kontrak berjangka minyak naik sebanyak 1,1% di New York, memangkas penurunan sebanyak 3,4% pada Selasa kemarin.

Meningkatnya stok minyak AS memberikan kontribusi terhadap melimpahnya pasokan minyak global yang mendorong harga hampir menembus 50% lebih rendah pada 2014.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik sebanyak 51 sen menjadi $ 48,80 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 48,70 pada 09:11 waktu Sydney. Kontrak turun sebesar $ 1,71 menjadi $ 48,29 pada Selasa. Volume semua kontrak berjangka yang diperdagangkan berada di rata-rata 100-hari.

Minyak jenis Brent untuk pengiriman April turun sebesar $ 2.14, atau 3,7%, menjadi $ 56,39 per barel di ICE Futures exchange yang berbasis di London pada hari Selasa,yang merupakan penutupan terendah dalam hampir sebulan terakhir. Acuan minyak mentah Eropa diakhiri lebih tinggi sebesar $ 8,10 dibanding WTI.(yds)

Sumber: Bloomberg