Minyak Diperdagangkan Dibawah $ 44 Seiring Melimpahnya Pasokan AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak diperdagangkan di bawah level $ 44 per barel seiring data industri AS menunjukkan stok minyak mentah diperluas, memperburuk kelebihan pasokan.

Kontrak sedikit berubah di New York setelah turun 5,2 % pada tiga sesi sebelumnya. Persediaan minyak meningkat 1,3 juta barel pada pekan lalu, menurut laporan dari American Petroleum Institute hari Selasa. Data pemerintah pada Rabu ini diperkirakan akan menunjukkan persediaan naik 750.000 barel. Produksi minyak dari Venezuela menurun di seluruh wilayah pada kuartal satu untuk pertama kalinya sejak tahun 2008, kata konsultan energi IPD Amerika Latin.

Harga minyak telah kembali pulih setelah merosot ke level terendah sejak 2003 silam pada awal tahun ini di tengah tanda-tanda melimpahnya pasokan global seiring penurunan output AS. Produksi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak meningkat pada bulan lalu, didukung oleh kenaikan dari Irak dan Iran, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni berada di level $ 43,64 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 1 sen, pada pukul 10:03 pagi waktu Hong Kong. Kontrak merosot $ 1,13 ke level $ 43,65 pada hari Selasa. Total volume perdagangan sekitar 56 % di bawah 100-hari rata-rata.

Brent untuk pengiriman Juli tidak berubah di level $ 44,97 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak melemah 86 sen atau 1,9 %, ke level $ 44,97 pada hari Selasa. Minyak mentah acuan global dengan premi dari 55 sen dibandingkan minyak mentah WTI untuk bulan Juli. (knc)

Sumber : Bloomberg