Minyak Diperdagangkan di dekat Level Tiga Bulan Tertinggi seiring Stok Bensin AS Jatuh

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam tiga bulan seiring meningkatnya permintaan bensin AS memangkas pasokan bahan bakar ke level terendah sejak Januari.

Futures sedikit berubah di New York setelah naik 4,9 persen pada hari Rabu. Konsumsi bahan bakar itu pada level tertinggi sejak September dalam empat minggu terakhir, mengurangi persediaan bensin untuk minggu ketiga, menurut data dari Administrasi Informasi Energi. Output AS stabil sementara stok menguat, menjaga persediaan terbesar sejak 1930. Ekspor minyak Nigeria ditetapkan turun ke level terendah dua tahun setelah penutupan terminal.

Minyak mengambil kembali kerugian tahun ini setelah merosot ke posisi 12 tahun terendah bulan lalu di tengah spekulasi permintaan kuat dan jatuhnya produksi AS akan mengurangi pasokan. Waktu dan tanggal pertemuan antara produsen utama termasuk Arab Saudi untuk membahas hasil pembekuan masih belum jelas, Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan, menurut laporan dari Interfax.

West Texas Intermediate untuk pengiriman April berada di level $ 38,21 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 8 sen, pada pukul 09:01 pagi waktu Hong Kong. Kontrak tersebut naik $ 1,79 ke level $ 38,29 pada hari Rabu, yang merupakan penutupan tertinggi sejak 4Desember. Jumlah volume perdagangan yakni sekitar 60 persen di bawah 100-hari rata-rata.

Brent untuk pengiriman Mei kehilangan 20 sen, atau 0,5 persen, ke level $ 40,87 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak pada Rabu naik $ 1,42, atau 3,6 persen, ke level $ 41,07 per barel. Minyak mentah patokan Eropa ini diperdagangkan pada premi 93 sen untuk WTI Mei. (sdm)

Sumber: Bloomberg